BLITAR – Upaya menjaga keharmonisan antar elemen masyarakat di Kabupaten Blitar terus digalakkan. Salah satunya terlihat dari pertemuan antara Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kabupaten Blitar dengan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Blitar, H. M. Rifa’i, pada Kamis (23/10/2025). Kunjungan silaturahmi tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan di Kantor DPRD Blitar, Kanigoro.
Pertemuan ini bukan sekadar ajang temu sapa, melainkan menjadi ruang dialog strategis untuk mempererat sinergi antara PSHT dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dalam kesempatan itu, jajaran PSHT menyampaikan berbagai program kerja dan kiprah sosial yang telah dilakukan, terutama dalam pembinaan generasi muda agar memiliki karakter kuat, disiplin, dan berjiwa nasionalis.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, H. M. Rifa’i, menyambut baik langkah PSHT yang secara aktif menjalin komunikasi dengan lembaga pemerintahan daerah. Ia menilai, peran organisasi masyarakat seperti PSHT memiliki posisi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis, sekaligus membantu pemerintah menjaga stabilitas daerah.
“Kami sangat mengapresiasi upaya PSHT yang terus menjaga semangat persaudaraan dan turut serta membina generasi muda agar menjadi pribadi berakhlak serta cinta tanah air,” ujar H. M. Rifa’i.
Lebih jauh, Rifa’i menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Blitar selalu membuka ruang kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan yang memiliki visi serupa, yakni membangun kehidupan sosial yang damai dan beradab. Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban umum agar proses pembangunan di daerah dapat berjalan optimal.
“Menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama. Kami berharap PSHT bisa terus menjadi teladan dalam menebarkan nilai-nilai persaudaraan, sportivitas, dan kedamaian di tengah masyarakat,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, para pengurus PSHT menyampaikan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah. Mereka juga menegaskan bahwa organisasi pencak silat bukan sekadar wadah olahraga bela diri, melainkan sarana membentuk karakter dan moral generasi muda agar menjauhi tindakan negatif serta berperan aktif dalam menjaga ketenteraman lingkungan.





