PDIP Blitar Perkuat Basis Lapangan dan Strategi Digital, Gen Z Jadi Fokus Baru Konsolidasi

Reses Anggota DPR RI Dapil VI Jawa Timur di Desa Kendalrejo, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Selasa (28/4/2026).
Reses Anggota DPR RI Dapil VI Jawa Timur di Desa Kendalrejo, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Selasa (28/4/2026).

BLITAR — Fraksi PDI Perjuangan DPR RI daerah pemilihan (Dapil) VI Jawa Timur mulai mengarahkan langkah politiknya ke dua jalur sekaligus memperkuat basis tradisional di akar rumput dan memperluas pengaruh di ruang digital.

Strategi ini terlihat dalam kegiatan reses yang digelar di Rumah Aspirasi milik Supriadi, Dusun Poluwan, Desa Kendalrejo, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh anggota DPR RI, Romy Soekarno bersama Pulung Agustanto, serta jajaran pengurus partai dari berbagai tingkatan, mulai DPC, PAC, hingga pengurus ranting. Kehadiran struktur partai yang lengkap menjadi penanda bahwa konsolidasi tidak sekadar formalitas, melainkan upaya serius menyatukan arah gerak politik menghadapi dinamika ke depan.

Romy Soekarno dalam pemaparannya menekankan pentingnya menjaga soliditas di tingkat daerah pemilihan. Menurutnya, kekuatan partai tidak cukup hanya ditopang oleh struktur organisasi, tetapi juga oleh kedekatan nyata dengan masyarakat.

“Kalau ingin kuat, kita harus hadir langsung di tengah rakyat. Tidak bisa hanya mengandalkan kerja di atas kertas. Dapil harus kompak, harus bergerak bersama,” ujarnya di hadapan kader.

Namun demikian, Romy menilai pendekatan konvensional saja tidak lagi cukup. Ia menegaskan bahwa perubahan perilaku pemilih, khususnya generasi muda, menuntut partai untuk beradaptasi dengan cara-cara baru yang lebih relevan.

Menurutnya, generasi Z kini menjadi kelompok pemilih yang tidak bisa diabaikan. Mereka hidup di ekosistem digital yang dinamis, sehingga pendekatan komunikasi politik harus disesuaikan.

“Kalau ingin menjangkau anak muda, kita harus masuk ke dunia mereka. Media sosial seperti TikTok dan Instagram bukan sekadar hiburan, tapi ruang membangun kesadaran,” katanya.

Sebagai respons, sejumlah program mulai disiapkan untuk menggabungkan pendekatan ideologis dengan kemasan yang lebih modern. Kegiatan seperti “Banteng Run” dan “Soekarno Run” disebut sebagai contoh bagaimana nilai-nilai kebangsaan dapat disampaikan melalui cara yang lebih dekat dengan gaya hidup anak muda. Selain itu, konsep “Banteng Milenial” hingga “Banteng AI” juga mulai diperkenalkan sebagai bagian dari transformasi partai menuju era digital.

Suasana kader dan masyarakat dalam kegiatan reses di Desa Kendalrejo, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Selasa (28/4/2026), terlihat antusias mengikuti jalannya acara serta menyampaikan aspirasi secara langsung.
Suasana kader dan masyarakat dalam kegiatan reses di Desa Kendalrejo, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Selasa (28/4/2026), terlihat antusias mengikuti jalannya acara serta menyampaikan aspirasi secara langsung.

Di sisi lain, Pulung Agustanto mengingatkan bahwa tantangan politik ke depan akan semakin kompleks. Ia menyoroti komposisi pemilih pada Pemilu 2029 yang diperkirakan didominasi oleh generasi muda.

“Lebih dari separuh pemilih nanti berasal dari Gen Z dan milenial. Ini harus dipersiapkan dari sekarang, baik dari segi pendekatan maupun narasi yang dibangun,” ungkapnya.

Tak hanya soal politik elektoral, Pulung juga menyinggung kondisi sosial-ekonomi yang dihadapi masyarakat. Ia menilai partai harus tetap responsif terhadap persoalan nyata, seperti ketidakpastian ekonomi dan potensi dampak perubahan iklim, termasuk ancaman kekeringan akibat El Nino.

“Partai tidak boleh jauh dari persoalan rakyat. Kita harus hadir memberi solusi, bukan hanya wacana,” tegasnya.

Reses ini sekaligus menjadi ruang untuk menyerap aspirasi warga secara langsung. Sejumlah isu lokal turut mengemuka dalam dialog antara kader dan masyarakat, mulai dari kebutuhan infrastruktur hingga dukungan terhadap sektor pertanian.

Melalui kegiatan ini, Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Dapil VI Jawa Timur mencoba menegaskan arah baru, menjaga kekuatan tradisional di tingkat bawah sekaligus bertransformasi agar tetap relevan di tengah perubahan zaman. Pendekatan ganda ini dinilai menjadi kunci untuk mempertahankan eksistensi partai sekaligus membuka peluang baru di masa mendatang.