Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriadi Terima Silaturahmi Umat Buddha Jelang Tri Suci Waisak 2026

Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi menyambut hangat kunjungan silaturahmi Panitia Sanitapa Tri Suci Waisak 2026 bersama umat Buddha di Kantor DPRD Kabupaten Blitar.
Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi menyambut hangat kunjungan silaturahmi Panitia Sanitapa Tri Suci Waisak 2026 bersama umat Buddha di Kantor DPRD Kabupaten Blitar.

BLITAR – Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi, menerima kunjungan silaturahmi Panitia Sanitapa Tri Suci Waisak Kabupaten/Kota Blitar bersama umat Buddha di Kantor DPRD Kabupaten Blitar, Rabu (20/5/2026). Pertemuan berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut perayaan Tri Suci Waisak yang jatuh pada Minggu, 31 Mei 2026 mendatang. Selain mempererat hubungan antar masyarakat, agenda itu juga menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Blitar.

Supriadi menegaskan DPRD Kabupaten Blitar terbuka bagi seluruh elemen masyarakat tanpa memandang agama, suku, maupun latar belakang sosial. Menurutnya, lembaga legislatif tidak hanya berfungsi sebagai tempat lahirnya kebijakan daerah, tetapi juga ruang bersama bagi masyarakat untuk membangun komunikasi.

“DPRD bukan hanya rumah bagi kebijakan, tetapi juga rumah bagi seluruh masyarakat tanpa melihat perbedaan agama, suku, maupun latar belakang. Kehadiran umat Buddha hari ini menjadi bukti bahwa persaudaraan dan toleransi di Kabupaten Blitar terus dijaga bersama,” ujar Supriadi.

Lebih lanjut, politikus PDI Perjuangan itu menilai silaturahmi lintas agama memiliki peran penting dalam memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk. Komunikasi yang terjalin baik antarumat beragama dinilai mampu menjaga suasana damai dan harmonis di daerah.

Menurut dia, Kabupaten Blitar selama ini dikenal sebagai wilayah yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan menghargai keberagaman budaya maupun keyakinan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus menjaga persatuan serta menghindari hal-hal yang berpotensi memicu gesekan sosial.

“Kerukunan adalah kekuatan kita bersama. Jika toleransi terus dijaga, maka Kabupaten Blitar akan tetap menjadi daerah yang damai, nyaman, dan penuh rasa persaudaraan,” lanjutnya.

Sementara itu, perwakilan umat Buddha Kabupaten/Kota Blitar, Saring, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan DPRD Kabupaten Blitar. Mereka menilai keterbukaan lembaga legislatif menjadi contoh positif dalam membangun hubungan lintas agama.

“Kami merasa diterima dengan hangat dan mengapresiasi keterbukaan DPRD Kabupaten Blitar dalam menerima kehadiran umat Buddha. Bagi kami, inilah rumah rakyat yang sesungguhnya, tempat seluruh masyarakat dapat datang, bersilaturahmi, dan menyampaikan harapan tanpa melihat perbedaan,” ujar Saring.

Di Kabupaten Blitar, hubungan antar umat beragama selama ini terjalin dengan harmonis. Sejumlah forum komunikasi lintas agama juga aktif mendorong terciptanya kehidupan sosial yang damai dan kondusif di tengah keberagaman masyarakat.