PatriaPos Indonesia | Portal Media Independen Terkini & Terpercaya

Komisi 4 DPRD Blitar Desak Optimalisasi Armada Ambulans: “Jangan Ada Warga Kesulitan saat Darurat”

Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Blitar, Sugeng Suroso, saat menyampaikan paparan terkait optimalisasi armada ambulans kepada awak media.
Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Blitar, Sugeng Suroso, saat menyampaikan paparan terkait optimalisasi armada ambulans kepada awak media.

BLITAR – Komisi 4 DPRD Kabupaten Blitar menegaskan perlunya percepatan optimalisasi armada ambulans agar setiap warga, baik di pusat kota maupun wilayah pelosok, mendapatkan layanan darurat secara cepat dan merata.

Desakan itu disampaikan Ketua Komisi 4, Sugeng Suroso, yang menilai pemanfaatan ambulans harus maksimal di sejumlah daerah.

Sugeng mengatakan bahwa ambulans merupakan fasilitas vital yang langsung bersentuhan dengan keselamatan warga. Karena itu, ia meminta instansi kesehatan dan pemerintah desa memperkuat koordinasi dalam pengoperasian armada, agar mobil darurat tersebut benar-benar siap digunakan kapan saja.

“Ambulans bukan hanya soal jumlah. Yang paling penting adalah bagaimana kendaraan ini betul-betul bisa diakses saat kondisi mendesak. Jangan sampai ada warga terlambat tertolong hanya karena ambulans tidak dikelola dengan baik,” ujarnya. Minggu (16/11/2025).

Ia menekankan perlunya pemerataan armada dan sistem pengaturan yang jelas, termasuk siapa yang bertanggung jawab, bagaimana prosedur peminjaman, hingga mekanisme operasional saat panggilan darurat masuk. Menurutnya, masih ada wilayah yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan ambulans dalam kondisi genting.

“Kita tidak ingin ada kasus warga kebingungan mencari transportasi medis. Semua ambulans yang sudah tersedia, baik milik puskesmas, pemerintah daerah, maupun lembaga swasta, harus berfungsi optimal,” tegas Sugeng.

Sugeng juga menyebut bahwa layanan ambulans tidak boleh terhambat biaya maupun prosedur rumit. Semakin cepat warga mendapatkan akses, semakin besar peluang keselamatan dalam kondisi darurat.

Layanan tersebut, kata dia merupakan bagian dari upaya membantu warga yang membutuhkan transportasi medis segera tanpa beban biaya.

Sugeng berharap pemerintah daerah dan seluruh fasilitas kesehatan melakukan evaluasi menyeluruh atas pengelolaan ambulans, sehingga pelayanan kesehatan dapat benar-benar dirasakan secara merata.

“Pelayanan cepat adalah hak semua warga. Optimalisasi ambulans harus menjadi prioritas bersama,” pungkasnya.