PatriaPos Indonesia | Portal Media Independen Terkini & Terpercaya

DBHCHT Dorong Lahirnya Wirausaha Muda Tulungagung, Tiga Bidang Pelatihan Jadi Primadona

Program pelatihan berbasis DBHCHT di Disnakertrans Tulungagung kembali dibuka untuk meningkatkan keterampilan dan peluang kerja generasi muda.
Kantor tenaga kerja dan Transmigrasi, Tulungagung.

TULUNGAGUNG – Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Kabupaten Tulungagung kembali diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mengurangi angka pengangguran.

Melalui Program Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Berbasis Klaster Kompetensi tahun 2025, Disnakertrans Tulungagung membuka tiga bidang pelatihan yang dinilai paling relevan dengan kebutuhan industri masa kini.

Pelatihan tahap ketiga ini menyasar pencari kerja yang ingin meningkatkan kemampuan teknis maupun peluang ekonominya. Adapun tiga kompetensi yang dibuka meliputi Barbershop, Barista, serta English for Frontliner, yang selama beberapa tahun terakhir menunjukkan potensi pertumbuhan usaha dan kebutuhan tenaga kerja yang tinggi.

Sekretaris Disnakertrans Tulungagung, Agus Pamungkas, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjadikan program ini sebagai sarana mencetak SDM yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki keberanian untuk membangun usaha mandiri.

“Pelatihan ini kami rancang mengikuti kebutuhan kerja saat ini. Tidak hanya untuk menyiapkan tenaga kerja siap pakai, tetapi juga untuk mendorong tumbuhnya wirausaha muda,” ujar dia, Jumat (14/11/2025).

Pemilihan tiga bidang tersebut bukan tanpa pertimbangan. Menurut Agus, usaha barbershop dan barista tengah berkembang pesat di kalangan generasi muda, sementara kemampuan Bahasa Inggris bagi frontliner menjadi kebutuhan penting dalam sektor layanan publik dan pariwisata yang terus tumbuh di Tulungagung.

Para peserta yang dinyatakan lolos seleksi berhak mengikuti pelatihan secara gratis, lengkap dengan fasilitas praktik, bimbingan instruktur profesional, serta kurikulum yang disusun berbasis kompetensi.

Di akhir program, peserta akan menjalani uji kompetensi resmi, dan mereka yang lulus memperoleh sertifikat nasional yang dapat digunakan untuk melamar pekerjaan bisnis maupun membangun usaha sendiri.

Agus berharap pelatihan ini tidak hanya mencetak pencari kerja baru, tetapi juga pencipta lapangan kerja baru yang dapat menggerakkan ekonomi lokal.

“Harapan kami, para lulusan tidak hanya fokus bekerja, tetapi juga berani membuka usaha mandiri di bidang yang mereka geluti,” tambahnya.

Program ini sekaligus memperkuat pemanfaatan DBHCHT yang selama ini dominan di sektor kesehatan dan penegakan hukum. Pemerintah Kabupaten Tulungagung ingin memastikan dana tersebut juga memberikan dampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan keterampilan kerja.

Dengan dukungan fasilitas, pelatihan profesional, dan sertifikasi resmi, Disnakertrans optimistis lulusan pelatihan berbasis DBHCHT mampu bersaing di dunia kerja modern dan menjadi motor penggerak ekonomi baru di Tulungagung.

“Kami ingin melahirkan generasi muda yang produktif, kompeten, dan berani menghadapi tantangan dunia kerja,” pungkasnya. (ADV)