Posisi pijakan kaki belakang dinilai cukup nyaman. Tingginya jok pembonceng juga memberikan pandangan ke depan yang relatif baik.
3. Handling Lincah dan Suspensi Nyaman
Karakter handling menjadi salah satu keunggulan Vario 125 terbaru. Bobot kendaraan yang mencapai 111 kilogram membuatnya mudah dikendalikan dalam aktivitas sehari-hari.
Motor ini terasa praktis ketika digunakan melewati kepadatan lalu lintas maupun bermanuver ringan di jalan yang lebih lengang.
Suspensinya juga mendapatkan penilaian positif. Redaman terasa empuk ketika melewati polisi tidur dan jalan berlubang, tanpa mudah mengalami mentok.
Penguji bahkan menilai kenyamanan suspensinya terasa lebih baik dibandingkan beberapa skutik Honda dengan kapasitas mesin lebih besar.
Ban bawaan Federal juga dinilai memiliki daya cengkeram yang cukup baik, baik ketika melintasi jalan kering maupun basah.
4. Mesin Halus, tetapi Kecepatan Puncak Mengalami Penurunan
Honda Vario 125 terbaru masih menggunakan mesin 125 cc eSP, satu silinder, dua katup, injeksi bahan bakar, dan sistem pendingin cairan.
Tenaga maksimalnya tercatat sekitar 11 hp dengan torsi puncak 10,8 Nm. Karakter mesin tersebut dinilai sesuai untuk penggunaan harian, termasuk ketika membawa penumpang atau melewati jalan menanjak.
Respons putaran bawah hingga menengah juga terasa cukup baik. Pengendara tidak perlu menarik gas terlalu dalam untuk mendapatkan tenaga ketika hendak mendahului kendaraan lain.
Meski demikian, pengujian menemukan gejala mesin sedikit tertahan ketika pertama kali digunakan dalam kondisi dingin. Keluhan tersebut berangsur hilang setelah motor menempuh perjalanan sekitar satu kilometer.
Dari sisi performa, hasil pengujian menunjukkan akselerasi awal masih relatif mirip dengan generasi sebelumnya. Namun, kemampuan mencapai kecepatan 100 km/jam membutuhkan waktu lebih lama.
Penguji mencatat waktu sekitar 33 detik untuk mencapai kecepatan tersebut, sedangkan generasi sebelumnya berada di kisaran 23 detik.
Kecepatan tertinggi yang berhasil dicapai dalam pengujian juga mengalami penurunan, dari sekitar 113 km/jam menjadi 111 km/jam berdasarkan angka pada speedometer.
Sementara itu, angka maksimal yang tercatat melalui alat pengujian berada di kisaran 100,6 km/jam.
5. Konsumsi BBM Tergolong Irit
Efisiensi bahan bakar menjadi salah satu nilai jual Honda Vario 125.
Dalam pengujian yang menggabungkan pemakaian harian dan perjalanan menuju Bogor serta Sentul, konsumsi bahan bakarnya mencapai rata-rata 45,5 km/liter.
Dengan kapasitas tangki 5,5 liter, motor ini secara teoritis dapat menempuh jarak sekitar 250 kilometer dalam kondisi konsumsi yang sama.
Mesin tersebut juga dapat menggunakan bensin RON 90 berdasarkan keterangan penguji yang merujuk pada spesifikasi dan buku manual kendaraan.
Selain itu, buku manual yang dibahas dalam pengujian menyebutkan mesin dapat menggunakan bahan bakar dengan kandungan etanol hingga 10 persen.
6. Desain Lampu Lebih Tajam, tetapi Pencahayaan Masih Kurang
Pembaruan desain menjadi salah satu bagian yang cukup menonjol pada Honda Vario 125 generasi kelima.
Lampu depan tampil lebih tajam dengan desain daytime running light (DRL) yang memberikan kesan agresif.
Lampu belakang juga dibuat lebih tipis dan pipih sehingga tampilan bagian buritan terlihat lebih sporty.
Namun, kualitas pencahayaan menjadi catatan tersendiri.
Berdasarkan pengujian, sorot lampu dekat dinilai belum cukup terang ketika digunakan melintasi jalan yang minim penerangan.
Lampu jauh memang memberikan tambahan jangkauan cahaya, tetapi penguji masih merasa pencahayaannya belum maksimal untuk perjalanan malam di luar kota.
Bagian lampu belakang juga mendapat perhatian karena hanya menggunakan satu titik LED. Ketika lampu posisi menyala tanpa pengereman, intensitas cahayanya dinilai kurang mencolok dari kejauhan.
7. Panel Instrumen Digital Masih Terlalu Kecil
Honda Vario 125 terbaru masih mempertahankan panel instrumen digital yang digunakan generasi sebelumnya.
Informasi yang ditampilkan sebenarnya cukup lengkap, mulai dari kecepatan, jam digital, indikator bahan bakar, odometer, trip meter, konsumsi bahan bakar rata-rata, hingga tegangan aki.
Panel tersebut juga dilengkapi sejumlah indikator untuk sistem kendaraan, lampu, dan fitur pendukung lainnya.
Kendati demikian, ukuran layar menjadi kekurangan yang cukup terasa.
Angka pada panel instrumen dianggap terlalu kecil sehingga kurang mudah dibaca ketika berkendara dengan kecepatan tinggi.
Keterbacaan layar juga menurun ketika terkena sinar matahari langsung. Kondisi ini membuat informasi pada panel lebih sulit terlihat pada siang hari dibandingkan saat pagi, sore, atau malam.
8. Smart Key dan Alarm Menambah Keamanan
Pada varian CBS-ISS yang diuji, Honda sudah menyematkan sistem Smart Key.
