Home / Berita Daerah / Guntur Wahono Siapkan Dukungan Gamelan, Dorong Kualitas Sinden Blitar

Guntur Wahono Siapkan Dukungan Gamelan, Dorong Kualitas Sinden Blitar

Guntur Wahono mendorong peningkatan kualitas pesinden di Blitar Raya melalui dukungan sarana latihan gamelan dan pengembangan kemampuan seni tradisional Jawa.
Guntur Wahono mendorong peningkatan kualitas pesinden di Blitar Raya melalui dukungan sarana latihan gamelan dan pengembangan kemampuan seni tradisional Jawa.

BLITAR – Peningkatan kualitas pesinden menjadi salah satu upaya yang didorong Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Guntur Wahono, untuk menjaga keberlangsungan seni tradisional di Blitar Raya. Selain bantuan busana adat, Guntur merencanakan pengadaan seperangkat gamelan sebagai sarana latihan dan pengembangan kemampuan anggota Persatuan Sinden Blitar Raya (Persitar).

Dukungan tersebut disampaikan dalam penutupan kegiatan Sosialisasi Dewan (Sowan) bersama Persitar di Hall Grand Mansion, Kanigoro, Kabupaten Blitar, Minggu (1/11/2026).

Guntur menilai, pelestarian seni tradisional perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi para pelakunya. Pesinden dituntut mampu mengikuti perkembangan kebutuhan pertunjukan, sekaligus tetap menguasai teknik dan pakem kesenian Jawa.

Dukungan yang telah direalisasikan melalui alokasi APBD Provinsi Jawa Timur berupa bantuan seperangkat busana adat, yakni kebaya dan jarik, untuk 60 pesinden.

Selain itu, Guntur mendorong pembentukan koperasi khusus anggota Persitar. Wadah ekonomi tersebut diharapkan dapat membantu menopang kesejahteraan anggota, terutama ketika aktivitas pertunjukan mengalami penurunan.

“Peningkatan kapasitas dan kemampuan ini sangat penting karena persaingan makin ketat. Jika para sinden tidak mengasah kemampuannya, mereka bisa tergilas oleh generasi muda. Selain penguasaan materi vokal atau sindenan, mereka juga perlu dibekali tarian klasik seperti Tari Gambyong atau Tari Emprak untuk memenuhi kebutuhan panggung wayang,” ujar Guntur.

Pembina Persitar, Sudarwiyanto, mengatakan organisasi yang berdiri sejak 2016 tersebut kini menaungi sekitar 200 pesinden dari Kabupaten dan Kota Blitar. Persitar menjadi wadah silaturahmi, pembelajaran, serta pengembangan kemampuan para pelaku seni suara tradisional Jawa.

Dia menilai penguasaan pakem dan teknik sindenan klasik tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pesinden. Kemampuan mengikuti pasar pertunjukan populer seperti campursari juga perlu diimbangi dengan pendalaman seni tradisional.

“Situasi tanggapan saat ini kerap mengalami pasang surut. Kami sangat menyambut positif dan mengapresiasi langkah Pak Guntur Wahono yang merangkul serta mendukung para pelaku budaya. Harapan kami, para sinden tidak hanya puas menembus pasar populer seperti campursari, tetapi juga terus memperdalam teknik dan kualitas sindenan klasik,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Blitar, Slamet Susanto, menegaskan bahwa pelestarian kebudayaan membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, legislatif, dan para pelaku seni.

Menurut Slamet, pengembangan seni tradisional tidak hanya berkaitan dengan upaya menjaga identitas budaya daerah, tetapi juga memiliki potensi mendukung sektor pariwisata. Karena itu, pihaknya terus membuka kesempatan bagi seniman lokal untuk terlibat dalam berbagai agenda kebudayaan daerah.

“Pelestarian kebudayaan membutuhkan sinergi semua pihak, baik pemerintah daerah, legislatif maupun para pelaku seni. Selain menjaga identitas budaya daerah, pengembangan kesenian tradisional juga dapat mendukung sektor pariwisata. Karena itu, kami terus membuka kesempatan bagi seniman lokal untuk terlibat dalam berbagai agenda kebudayaan daerah,” ungkap Slamet.

20261101
Doc. Foto

Dalam penutupan kegiatan Sowan tersebut, sejumlah anggota Persitar turut menampilkan kemampuan olah vokal melalui tembang-tembang Jawa. Penampilan itu menjadi ruang ekspresi sekaligus bagian dari upaya menjaga keberlangsungan seni tradisional di Blitar Raya.