Patriapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika merilis prakiraan cuaca untuk sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Sebagian besar wilayah di tatar pasundan didominasi kondisi cuaca berawan hingga potensi hujan dengan intensitas ringan sejak pagi hingga malam hari.
Suhu udara rata-rata di wilayah daratan tinggi hingga pesisir Jawa Barat bervariasi cukup dinamis.
Misalnya, Kota Bandung dan sekitarnya diprediksi mengalami hujan ringan dengan kisaran temperatur antara 21 hingga 29 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara di ibu kota provinsi itu terpaut pada angka 58 hingga 88 persen.
Kondisi serupa turut dirasakan warga yang beraktivitas di wilayah penyangga ibu kota. Kabupaten Bogor, Kota Bogor, serta Kota Depok mencatatkan potensi hujan ringan dengan temperatur maksimal mencapai 30 hingga 33 derajat Celsius.
Sementara itu, wilayah Indramayu menjadi salah satu kawasan yang terpantau cerah dengan suhu tertinggi menyentuh kisaran 35 derajat Celsius dan tingkat kelembapan terendah di angka 48 persen.
Di wilayah timur dan selatan provinsi, dinamika cuaca menunjukkan variasi tersendiri. Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon diguyur hujan ringan dengan suhu harian berkisar antara 26 sampai 33 derajat Celsius.
Selain daerah yang telah disebutkan, hujan ringan juga diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah lainnya di Jawa Barat meliputi Kabupaten Cianjur, Garut, Majalengka, Sumedang, Subang, Purwakarta, Karawang, Bekasi, dan Bandung Barat.
Potensi hujan ringan juga mencakup Kota Sukabumi dan Kota Cimahi.
Sebaliknya, beberapa daerah seperti Tasikmalaya, Ciamis, Kuningan, dan Banjar cenderung lebih bersahabat dengan dominasi awan tebal sepanjang hari serta suhu rata-rata stabil pada rentang 23 hingga 30 derajat Celsius.
Masyarakat yang hendak menghabiskan waktu libur akhir pekan di luar ruangan diimbau untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca secara tiba-tiba.
Perlengkapan antisipasi seperti payung atau jas hujan dianjurkan untuk dibawa, terutama bagi pengendara roda dua yang melintasi kawasan rawan genangan air di jalur utama kabupaten dan kota terdampak.
