Home / Berita Daerah / Guntur Wahono Gelar Sosialisasi Pendidikan Terhadap Dinamika Pemerintahan bersama Gapoktan se-Kabupaten Blitar

Guntur Wahono Gelar Sosialisasi Pendidikan Terhadap Dinamika Pemerintahan bersama Gapoktan se-Kabupaten Blitar

Guntur Wahono saat menyampaikan aspirasi petani dalam sosialisasi bersama Gapoktan se-Kabupaten Blitar di Talun, Rabu (23/9/2026).
Guntur Wahono saat menyampaikan aspirasi petani dalam sosialisasi bersama Gapoktan se-Kabupaten Blitar di Talun, Rabu (23/9/2026).

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, Guntur Wahono, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan terhadap Dinamika Pemerintahan bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kabupaten Blitar, bertempat di Feeling Cafe, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blitar, Setiyana, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Blitar, Suwito Saren Satoto, serta perwakilan dari komunitas Gerakan Masa Petani Blitar.

Adapun kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh seluruh Gapoktan se-Kabupaten Blitar yang terdiri dari 22 kecamatan. Pada pelaksanaan hari pertama di Kecamatan Talun diikuti oleh Gapoktan dari 11 kecamatan wilayah selatan, sedangkan 11 kecamatan sisanya akan dilaksanakan pada hari berikutnya di wilayah tengah.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur, Guntur Wahono, menyampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menyerap aspirasi masyarakat, khususnya terkait persoalan-persoalan yang dihadapi oleh petani di Kabupaten Blitar.

“Jadi pada kali ini kita mengadakan kegiatan DPRD Jatim yang namanya sowan sosialisasi dewan. Tema yang kita angkat terkait dengan persoalan petani yang kita undang adalah gabungan kelompok tani baik kabupaten dan kecamatan-kecamatan,” ujar Guntur Wahono.

Menurutnya, kegiatan ini sangat penting dan menarik karena banyak persoalan petani yang disampaikan dalam forum tersebut. Sebagai wakil rakyat, pihaknya harus mengetahui dan memahami persoalan tersebut untuk kemudian diperjuangkan agar ada solusi.

“Ini sangat menarik, banyak persoalan petani yang disampaikan di forum ini dan ini harus kita dengar selaku wakil rakyat harus tahu, harus ngerti. Sehingga dalam rangka memperjuangkan aspirasi kita tahu persoalan apa yang mesti harus kita perjuangkan sehingga harus ada solusi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar itu menjelaskan bahwa meskipun saat ini dirinya bertugas di Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur, pihaknya tetap akan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan teman-teman di komisi yang membidangi pertanian serta dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Keberadaan kami di DPRD Provinsi Jawa Timur tentu tindak lanjutnya melalui OPD yang ada di Provinsi Jawa Timur. Maka kami di forum ini juga mengundang agar persoalan-persoalan yang ada di wilayah Kabupaten Blitar ini juga harus diatensi,” ungkapnya.

Salah satu gagasan yang mengemuka dalam forum tersebut adalah terkait pembuatan Peraturan Daerah (Perda) tentang pembuatan pupuk organik.

“Masyarakat sudah punya banyak kemampuan untuk membuat pupuk tetapi manakala sudah jadi, pemasaran yang sulit karena kadang-kadang belum di-lab, akan diuji coba dulu itu aparat yang langsung masuk. Nah ini persoalan sehingga semua pihak harus mendukung program pemerintah kepada masyarakat petani untuk mampu membuat pupuk sendiri sehingga tidak tergantung pupuk subsidi dari pemerintah,” paparnya.

Selain persoalan pupuk, Guntur Wahono juga menyoroti pentingnya modernisasi pertanian. Menurutnya, saat ini banyak petani yang sudah berusia lanjut dan anak-anak muda kurang tertarik di sektor pertanian, sehingga modernisasi dengan alat-alat dan teknologi yang mutakhir menjadi sebuah kebutuhan.

“Anak-anak muda sekarang banyak yang beralih kepada hidroponik, bikin greenhouse, membuat usaha pertanian hidroponik menanam melon yang nilainya tinggi dan di pasar sangat dibutuhkan. Mereka akan kerja sama dengan Indomaret, Alfamart atau lembaga-lembaga lain yang bisa menerima produksi dari petani-petani muda potensial yang ada di wilayah kita,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam membantu pemasaran produk pertanian organik. Jika tidak ada campur tangan pemerintah, maka petani akan merugi karena harga jual produk organik masih disamakan dengan harga pasar produk non-organik.

“Kalau memang pemerintah punya keinginan masyarakat untuk beralih kepada organik maka pemerintah harus ikut bertanggung jawab bagaimana pemasaran produk pertanian yang organik,” tegas Guntur Wahono.

IMG 20260924 WA0005
Doc. Foto

Sementara itu, Ketua Gapoktan Kabupaten Blitar, Maskuri, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi pertanian modern ini sangat dibutuhkan oleh petani.

“Pada hari ini adalah kegiatan sosialisasi daripada pertanian modern. Dengan adanya sosialisasi ini sangat kami butuhkan karena aspirasi yang ada di petani itu semuanya bisa kita sampaikan dan dengan tujuan adalah untuk membangun dan mensinkronkan pertanian,” kata Maskuri.

Ia menjelaskan bahwa di tengah langkanya tenaga pemanen dan penanam padi secara manual, tuntutan saat ini adalah pertanian modern dengan mekanisasi yang modern. Pihaknya berharap pertemuan seperti ini bisa terus diadakan secara berkala agar petani dapat memahami tujuan dari pertanian modern.

Terkait kondisi iklim, Maskuri menyebutkan bahwa fenomena El Nino Godzilla sangat dirasakan oleh petani karena sampai saat ini belum turun hujan dan debit air sangat menurun. Oleh karena itu, selain pembangunan infrastruktur pertanian yang memadai, diperlukan reboisasi di sumber-sumber air.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah khususnya yang telah memberikan bantuan berupa irigasi dan juga kami berterima kasih sekali kepada Bapak dewan perwakilan kita yang ada di Jawa Timur Bapak Guntur Wahono yang telah memberikan banyak gelontoran program kepada Gapoktan Kabupaten sehingga pertanian di Kabupaten Blitar akan bertambah maju dan bisa mempertahankan swasembada pangan,” tutup Maskuri.

Maskuri menambahkan bahwa saat ini yang dibutuhkan petani adalah infrastruktur berupa irigasi untuk wilayah utara dan sumur bor dalam untuk wilayah selatan, karena faktor utama selain pupuk untuk menanam adalah air. Ia juga berharap antar petani tetap berkoordinasi dalam penggunaan air agar tidak terjadi permasalahan dan perpecahan di tingkat bawah.

☕

Traktir Kopi Penulis

Suka dengan tulisan Rizal Yusuf? Dukung penulis dengan secangkir kopi.

×

Traktir Kopi Rizal Yusuf

Nominal dukungan: Rp10.000

QRIS Traktir Kopi Rizal Yusuf

Scan QRIS menggunakan DANA atau aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS. Masukkan nominal sesuai pilihan di atas.

Download QRIS
×

Traktir Kopi Rizal Yusuf

Nominal dukungan: Rp20.000

QRIS Traktir Kopi Rizal Yusuf

Scan QRIS menggunakan DANA atau aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS. Masukkan nominal sesuai pilihan di atas.

Download QRIS
×

Traktir Kopi Rizal Yusuf

Nominal dukungan: Rp30.000

QRIS Traktir Kopi Rizal Yusuf

Scan QRIS menggunakan DANA atau aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS. Masukkan nominal sesuai pilihan di atas.

Download QRIS
×

Traktir Kopi Rizal Yusuf

Nominal dukungan: Rp40.000

QRIS Traktir Kopi Rizal Yusuf

Scan QRIS menggunakan DANA atau aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS. Masukkan nominal sesuai pilihan di atas.

Download QRIS
×

Traktir Kopi Rizal Yusuf

Nominal dukungan: Rp50.000

QRIS Traktir Kopi Rizal Yusuf

Scan QRIS menggunakan DANA atau aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS. Masukkan nominal sesuai pilihan di atas.

Download QRIS