PDIP Kabupaten Blitar Gelar Musran di Sutojayan, Regenerasi Anak Muda Jadi Sorotan

Musran PDI Perjuangan Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Minggu (9/8/2026).
Musran PDI Perjuangan Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Minggu (9/8/2026).

BLITAR — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar terus mempercepat konsolidasi organisasi melalui pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran). Salah satunya digelar di Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Minggu (9/8/2026) malam.

Musran di Sutojayan menjadi pelaksanaan ke-17 dari total 22 agenda konsolidasi yang disiapkan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar. Setelah menyelesaikan empat agenda tersisa, konsolidasi akan dilanjutkan dengan penyiapan kepengurusan anak ranting di berbagai wilayah.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Guntur Wahono, mengatakan Musran Sutojayan merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi yang kini hampir rampung. Dari 22 kecamatan yang menjadi sasaran, masih tersisa empat wilayah yang belum melaksanakan Musran.

“Ini yang ke-17 dari 22 kecamatan. Berarti tinggal Garum, Talun, Srengat, dan Wonodadi. Nanti akan kita kebut dan kita targetkan minggu depan selesai,” kata Guntur.

Ia menjelaskan, penyelesaian Musran menjadi bagian penting dalam memperkuat struktur organisasi partai hingga tingkat ranting. Setelah seluruh kepengurusan ranting terbentuk, perhatian akan diarahkan pada penataan struktur anak ranting.

“Kami di DPC bekerja sama dengan PAC fokus mempersiapkan pembentukan anak ranting di seluruh wilayah. Harapan kita sebelum 17 Agustus ini sudah selesai semua,” ujar Guntur.

Musran di Sutojayan tidak hanya menjadi forum penataan kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang untuk mendorong regenerasi kader. Keterlibatan perempuan dan generasi muda menjadi perhatian utama dalam penyusunan struktur organisasi di tingkat bawah.

Guntur menyebut keterwakilan perempuan dalam kepengurusan yang dibentuk di sejumlah wilayah bahkan telah melampaui ketentuan minimal 30 persen. Sementara itu, kader berusia muda juga mendapat porsi yang cukup besar dalam struktur organisasi.

“Ketentuan mengisyaratkan minimal 30 persen kader perempuan, kita malah lebih. Kemudian untuk usia muda, rata-rata juga melebihi dari yang ditentukan, jadi kuotanya sangat tercukupi di sini,” jelasnya.

PDIP Kabupaten Blitar Gelar Musran di Sutojayan, Regenerasi Anak Muda Jadi Sorotan - Patriapos
Doc. Foto

Menurut Guntur, masuknya generasi muda ke dalam struktur organisasi menunjukkan tingginya ketertarikan mereka terhadap aktivitas politik dan kerja kepartaian. Namun, ia menekankan keterlibatan tersebut tidak boleh sebatas pencantuman nama dalam struktur.

Para kader muda diharapkan aktif menjalankan kegiatan organisasi, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta terlibat dalam berbagai agenda partai.

“Harapan kita, banyaknya anak muda yang bergabung dalam struktural maupun simpatisan menunjukkan bahwa PDIP diminati generasi muda. Tidak hanya sekadar nama yang masuk secara usia, tetapi kerja politik mereka juga harus nyata dengan menggandeng pemuda lain untuk mendukung agenda partai,” katanya.

PDIP Kabupaten Blitar Gelar Musran di Sutojayan, Regenerasi Anak Muda Jadi Sorotan - Patriapos
Doc. Foto

Sementara itu, Ketua PAC PDIP Kecamatan Sutojayan, Didik Budianto, menilai regenerasi menjadi salah satu tantangan penting yang harus dijawab melalui penyusunan struktur kepengurusan di tingkat ranting.

Menurut Didik, generasi muda memiliki posisi strategis karena menjadi bagian besar dari pemilih pada agenda pemilu mendatang. Karena itu, partai perlu membangun pola komunikasi yang lebih dekat dan adaptif dengan kelompok usia muda.

“Kita sedang menjawab tantangan pemilu ke depan. Tentu kita harus bisa menyentuh mayoritas suara, yang sumber utamanya adalah anak muda,” kata Didik.

Ia mengatakan perubahan komposisi kepengurusan di Sutojayan dilakukan dengan memberikan ruang lebih besar kepada perempuan dan generasi muda. Langkah tersebut diharapkan membuat struktur partai semakin representatif sekaligus memudahkan komunikasi dengan masyarakat luas.

Didik menambahkan, kekuatan organisasi di tingkat bawah harus dibarengi dengan kemampuan kader dalam membangun komunikasi secara merata. Menurutnya, struktur yang lengkap perlu diikuti kerja nyata agar partai tetap mampu memahami persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung.

“Makanya aspek ini kita cerminkan di kepengurusan. Mudah-mudahan ke depan bisa menjawab kebutuhan komunikasi kita. Jadi, fungsi partai dalam mendampingi dan memperjuangkan kepentingan rakyat bisa saling terhubung,” pungkasnya.