Home / Berita Daerah / Tiga Sekolah di Blitar Terima Marching Band, Guntur Wahono Dorong Lahirnya Festival Antarsekolah

Tiga Sekolah di Blitar Terima Marching Band, Guntur Wahono Dorong Lahirnya Festival Antarsekolah

Penyerahan bantuan seperangkat marching band dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada SMKS Pemuda 1 Kesamben, Kabupaten Blitar, Selasa (22/9/2026).
Penyerahan bantuan seperangkat marching band dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada SMKS Pemuda 1 Kesamben, Kabupaten Blitar, Selasa (22/9/2026).

BLITAR, PatriaPos.com – Tiga sekolah menengah di Kabupaten dan Kota Blitar mendapatkan seperangkat marching band dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui anggaran APBD 2026. Bantuan tersebut diberikan kepada SMKS Pemuda 1 Kesamben, SMAN 1 Talun, dan SMAN 1 Blitar sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan kegiatan siswa di bidang seni dan musik.

Penyerahan secara simbolis dilakukan anggota DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, di SMKS Pemuda 1 Kesamben, Selasa (22/9/2026). Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk melengkapi fasilitas ekstrakurikuler sekolah, tetapi juga diharapkan membuka peluang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan hingga mengikuti berbagai kompetisi. Guntur bahkan menyiapkan gagasan festival marching band antarsekolah di wilayah Dapil 7 Jawa Timur.

Bantuan marching band tersebut menjadi salah satu bentuk program pendidikan yang dikawal melalui APBD Provinsi Jawa Timur. Guntur mengatakan, terdapat tiga sekolah di wilayah Blitar yang menerima fasilitas tersebut pada tahun anggaran 2026.

“Tiga sekolah di Blitar yang mendapat bantuan dari APBD Provinsi Jawa Timur adalah SMKS Pemuda 1 Kesamben, SMA Negeri 1 Talun, dan SMA Negeri 1 Blitar,”kata Guntur.

Lambang Penyerahan di SMKS Pemuda 1 Kesamben diterima langsung Kepala Sekolah Supiyanto. Sekolah tersebut selanjutnya akan memanfaatkan perangkat marching band untuk kegiatan pembelajaran maupun pengembangan ekstrakurikuler.

Guntur menyebut dukungan terhadap fasilitas pendidikan perlu diikuti dengan pengawalan sejak tahap pengajuan hingga program benar-benar terealisasi. Menurutnya, fungsi anggota legislatif tidak berhenti pada pembahasan dan persetujuan anggaran.

“Kita akan mengawal program tersebut dari tahap pengajuan, proses di SIPD, hingga realisasi, selama program tersebut masih ada dan didukung oleh anggaran APBD Provinsi Jawa Timur, untuk memastikan bahwa program tersebut tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendidikan pada jenjang SMA dan SMK menjadi salah satu bidang yang berada dalam kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Karena itu, kebutuhan fasilitas dan pengembangan kegiatan siswa di tingkat tersebut dinilai perlu terus mendapat perhatian.

“Pengembangan pendidikan di sekolah atau dunia pendidikan harus dimulai oleh kita. Banyak masalah yang perlu ditangani oleh wakil-wakil di Jawa Timur. Sebagai Provinsi Jawa Timur, SLTA merupakan tanggung jawab kita yang tidak boleh diabaikan,” ucapnya.

Disiapkan untuk Kompetisi

Tidak berhenti pada pemberian fasilitas, Guntur juga menyampaikan rencana pengembangan marching band sebagai kegiatan yang dapat mempertemukan siswa dari berbagai sekolah.

Ia menargetkan setiap wilayah di Dapil 7 Jawa Timur yang mencakup Kabupaten Blitar, Kota Blitar, dan Tulungagung memiliki sedikitnya tiga hingga lima sekolah dengan fasilitas marching band.

Jika jumlah unit tersebut semakin bertambah, ia berencana mendorong penyelenggaraan festival marching band antarsekolah di wilayah tersebut.

“Setiap wilayah memiliki setidaknya tiga hingga lima sekolah. Setelah terbentuk di daerah pemilihan kami, direncanakan akan diadakan festival bersama.” katanya.

Gagasan tersebut, lanjutnya, juga dapat dikembangkan lebih luas hingga tingkat Jawa Timur. Program serupa nantinya diharapkan bisa diterapkan di 14 daerah pemilihan yang ada di provinsi tersebut.

Bagi sekolah, keberadaan marching band tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan kegiatan ekstrakurikuler. Fasilitas itu dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran seni musik sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk berlatih disiplin, kreativitas, kerja sama tim, dan persiapan mengikuti perlombaan.

Guntur mengatakan marching band juga dapat menjadi salah satu daya tarik dalam pengembangan kegiatan sekolah.

“Kesempatan ini akan menjadi ruang bagi siswa SLTA untuk mengajukan program-program. Kami akan terus mengawal program-program tersebut selama masih didukung oleh APBD Provinsi Jawa Timur.” tuturnya.

Akan Serap Aspirasi Guru

Selain mendorong fasilitas kegiatan siswa, Guntur menyatakan akan melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai berbagai kebutuhan pendidikan di daerah.

Dalam waktu dekat, ia berencana mengundang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Blitar untuk berdiskusi mengenai persoalan pendidikan. Aspirasi tersebut nantinya dapat menjadi bahan pembahasan melalui jalur kelembagaan DPRD bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Penyerahan bantuan di SMKS Pemuda 1 Kesamben juga memiliki arti tersendiri bagi Guntur. Ia merupakan alumni sekolah tersebut dan lulus pada 1988.

“Saya merupakan alumni SMK Pemuda 1 Kesamben tahun 1988. Kami merasa memiliki kewajiban moral terhadap almamater ini. Hal ini juga merupakan bentuk rasa syukur dan terima kasih kami karena pernah dididik di sekolah ini.” ungkapnya.

Menurut Guntur, selain marching band, sebelumnya terdapat program bantuan alat laboratorium yang telah masuk ke sekolah tersebut. Ia juga menyebut rencana pengawalan kebutuhan pembangunan gedung pada tahun anggaran mendatang.

Sekolah Siapkan Pembinaan

Sementara itu, Kepala SMKS Pemuda 1 Kesamben, Supiyanto, mengatakan pihak sekolah akan memanfaatkan bantuan tersebut untuk memperluas kegiatan siswa, khususnya di bidang seni musik.

Ia menyebut sekolah sebelumnya hanya memiliki perangkat drumband sederhana yang digunakan dalam sejumlah kegiatan seperti parade, karnaval, dan hajatan masyarakat.

Dengan kehadiran perangkat march band yang baru, pembinaan akan difokuskan lebih jauh untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar dapat berpartisipasi dalam kompetisi serta berbagai kegiatan di luar lingkungan sekolah.

“Kami bersyukur dan berterima kasih atas bantuan ini. Peralatan yang modern ini akan sangat mendukung kegiatan siswa serta perkembangan sekolah. Alhamdulillah.” kata Supiyanto.

Menurutnya, marching band tersebut juga akan dimanfaatkan dalam pembelajaran seni budaya, terutama seni musik, serta menjadi bagian dari pengembangan kegiatan ekstrakurikuler.

“Kami akan menggunakan marching band ini untuk pembelajaran seni budaya, terutama seni musik, serta pengembangan ekstrakurikuler. Dengan kehadiran marching band baru ini, kami akan meningkatkan kualitasnya untuk mengikuti berbagai lomba atau acara mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional.,” pungkasnya.