Home / Berita Daerah / Kapolres Blitar Kota Ajak Pelajar MTs-MA Ma’arif NU Hindari Tawuran dan Bijak Bermedia Sosial

Kapolres Blitar Kota Ajak Pelajar MTs-MA Ma’arif NU Hindari Tawuran dan Bijak Bermedia Sosial

Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo memimpin apel pagi di MTs-MA Ma’arif NU Kota Blitar, Senin (26/10/2026), sekaligus memberikan edukasi kepada pelajar tentang pencegahan tawuran, kedisiplinan, dan penggunaan media sosial secara bijak.
Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo memimpin apel pagi di MTs-MA Ma’arif NU Kota Blitar, Senin (26/10/2026), sekaligus memberikan edukasi kepada pelajar tentang pencegahan tawuran, kedisiplinan, dan penggunaan media sosial secara bijak.

PatriaPos.com – Pencegahan tawuran pelajar tidak cukup dilakukan melalui pengawasan di lingkungan sekolah. Pengendalian diri, kedisiplinan, serta kebijaksanaan dalam menggunakan media sosial juga menjadi perhatian Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo saat memimpin apel pagi di MTs-MA Ma’arif NU Kota Blitar, Senin (26/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB itu berlangsung di lingkungan sekolah yang beralamat di Jalan Ciliwung Nomor 56, Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari Program Polisi Peduli Pendidikan yang dijalankan Polres Blitar Kota.

Di hadapan para siswa, Kalfaris mengingatkan bahwa perkelahian bukan jalan keluar ketika menghadapi persoalan. Tawuran justru berisiko membawa kerugian bagi pelajar, keluarga, dan sekolah, bahkan dapat memengaruhi masa depan mereka.

Ia meminta para pelajar mampu mengendalikan emosi dan tidak mudah terpengaruh ajakan teman maupun provokasi yang mengarah pada kekerasan. Menurutnya, persoalan antarpelajar seharusnya diselesaikan melalui komunikasi yang baik, bukan dengan adu fisik.

Perhatian juga diarahkan pada aktivitas siswa di ruang digital. Penggunaan media sosial yang tidak terkendali, termasuk menyebarkan ujaran kebencian, provokasi, atau tantangan berkelahi, dapat memperbesar potensi konflik.

Para siswa diingatkan untuk mempertimbangkan dampak setiap unggahan dan komentar yang mereka buat. Jejak digital dapat membawa konsekuensi bagi diri sendiri maupun orang lain sehingga perlu digunakan secara bertanggung jawab.

Selain mencegah kekerasan, Kapolres menekankan pentingnya membangun karakter melalui kedisiplinan, akhlak, serta sikap hormat kepada guru dan orang tua. Ia juga mengingatkan bahwa tindakan kekerasan dapat berujung pada konsekuensi hukum sesuai ketentuan perundang-undangan.

Dalam amanatnya, Kalfaris mengajak para siswa memanfaatkan masa muda untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.

“Jangan sampai masa muda kalian habis untuk hal-hal yang merugikan. Lebih baik fokus belajar, beribadah, mengasah kemampuan, dan meraih prestasi yang bisa membanggakan keluarga serta sekolah,” pesannya.

Kapolres turut menegaskan bahwa menjaga keamanan di lingkungan pendidikan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Sekolah, pesantren, guru, orang tua, dan masyarakat memiliki peran dalam membimbing pelajar sekaligus menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pencegahan tawuran tidak hanya bergantung pada tindakan kepolisian, tetapi juga didukung pengawasan dan kepedulian lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan itu, Polres Blitar Kota mendorong para pelajar menjaga persaudaraan, menghindari tindakan kekerasan, serta ikut menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif. Semangat “Polri Bersama Masyarakat” juga kembali disampaikan sebagai bentuk ajakan membangun keamanan melalui kerja sama.

Masyarakat, termasuk guru dan pihak sekolah, diimbau segera melaporkan apabila mengetahui adanya potensi tawuran atau gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat lainnya.

Pelaporan dapat dilakukan melalui layanan Polisi 110 yang bisa diakses secara gratis untuk meminta bantuan maupun menyampaikan informasi kepada kepolisian.