Home / Berita Daerah / Yudi Meira: Di Usia 64 Tahun, MH Said Abdullah Adalah Penjaga Marwah dan Guru Ideologis Kami

Yudi Meira: Di Usia 64 Tahun, MH Said Abdullah Adalah Penjaga Marwah dan Guru Ideologis Kami

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar, Yudi Meira (kanan), berbincang bersama sejumlah tokoh dalam sebuah kegiatan. Yudi menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-64 kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah, Kamis (22/10/2026).
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar, Yudi Meira (kanan), berbincang bersama sejumlah tokoh dalam sebuah kegiatan. Yudi menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-64 kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah, Kamis (22/10/2026).

BLITAR – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar, Yudi Meira, menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-64 kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Timur, MH Said Abdullah.

Ucapan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan cerminan kekaguman kader daerah terhadap sosok pemimpinnya. Said Abdullah, kata Yudi adalah figur sentral penjaga marwah dan soliditas PDI Perjuangan di Jawa Timur.

“Selamat Ulang Tahun ke-64 untuk Bapak Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Bapak MH Said Abdullah. Beliau adalah sosok pemimpin ideologis, sosok bapak, sekaligus guru bagi kami kader-kader di daerah,” ujarnya, Kamis (22/10/2026).

Menurut Yudi, keteladanan Said Abdullah terletak pada kemampuannya menjaga Jawa Timur tetap sebagai kandang banteng yang solid dan guyub. Di bawah kepemimpinannya, seluruh DPC bergerak dalam satu irama perjuangan tanpa meninggalkan jati diri kerakyatan.

Ia menilai, Said Abdullah adalah sosok yang teguh dalam memegang ajaran Bung Karno. Hal itu tercermin dari setiap arahan dan kebijakan partai yang selalu berlandaskan pada kepentingan wong cilik.

“Beliau adalah penjaga marwah partai. Pemikirannya visioner untuk kemajuan Jawa Timur, tapi dalam keseharian sangat merangkul dan memberikan ruang bagi kader muda untuk tumbuh dan berjuang,” katanya.

Yudi yang merupakan Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar ini menambahkan, kepemimpinan Said Abdullah yang tenang dan berwibawa menjadi kunci solidnya PDI Perjuangan Jatim. Sosoknya mampu menjadi perekat antara kader senior dan kader muda.

Baginya, Said Abdullah adalah guru politik yang tidak pernah pelit ilmu. Setiap pertemuan selalu menjadi ruang pembelajaran ideologis bagi kader di daerah.

“Beliau selalu memberikan arahan yang sangat jernih tentang bagaimana seharusnya kader PDI Perjuangan itu bekerja di tengah rakyat, bukan hanya di atas panggung politik,” imbuh Yudi.

Karena itu, di momentum ulang tahun ke-64 ini, keluarga besar DPC PDI Perjuangan Kota Blitar menyampaikan doa terbaik untuk kesehatan dan keberlanjutan perjuangan sang ketua.

“Kami mendoakan Pak Said Abdullah selalu diberikan kesehatan, panjang umur, dan tetap menjadi lentera perjuangan bagi semua kader PDI Perjuangan di Jawa Timur. Tetaplah menjadi sosok pengayom dan inspirasi bagi kami,” ucapnya.

Yudi berharap, di usia yang semakin matang, Said Abdullah terus menjadi inspirasi dan pengayom bagi seluruh kader banteng di Jawa Timur untuk memenangkan hati rakyat.

“Semoga beliau selalu diberikan umur yang panjang, keberkahan keanugerahan dan selalu sehat dalam lindungan Allah SWT. Semoga kedepan tercapai harapan besar dan impian untuk menjaga marwah partai yang selalu bersama rakyat untuk mewujudkan Jatim 1 dari PDI Perjuangan,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut menegasan posisi Said Abdullah di mata kader Kota Blitar bukan hanya sebagai atasan struktural, tetapi sebagai figur ayah ideologis yang menjadi rujukan dalam bergerak dan berjuang.