PatriaPos Indonesia | Portal Media Independen Terkini & Terpercaya

Khusna Lindarti Dilantik sebagai Sekda Definitif Kabupaten Blitar,Rijanto: Semoga Jadi Motor Penggerak Birokrasi di Tengah Tantangan Fiskal

Bupati Blitar Rijanto melantik Khusna Lindarti sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kabupaten Blitar di Pendopo Ronggo Hadinegoro, Kamis malam (16/10/2025).
Bupati Blitar Rijanto melantik Khusna Lindarti sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kabupaten Blitar di Pendopo Ronggo Hadinegoro, Kamis malam (16/10/2025).

Blitar – Suasana Pendopo Ronggo Hadinegoro, Kamis (16/10/2025) malam, terasa khidmat dan penuh makna. Di hadapan jajaran Forkopimda, pimpinan DPRD, serta seluruh kepala perangkat daerah, Bupati Blitar Rijanto secara resmi melantik Khusna Lindarti sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kabupaten Blitar.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini menjadi tonggak penting dalam kesinambungan birokrasi di Kabupaten Blitar. Usai hampir setahun menjabat sebagai Penjabat (Pj) Sekda, Khusna akhirnya dipercaya memegang kendali penuh atas roda administratif tertinggi di lingkungan Pemkab Blitar.

Dalam sambutannya, Bupati Rijanto menegaskan pentingnya peran Sekda sebagai penggerak utama birokrasi. Ia meminta agar Khusna segera tancap gas menyusun strategi pemerintahan yang adaptif dan solid untuk mendukung visi “Kabupaten Blitar Berdaya dan Berjaya.”

“Sekda harus menjadi motor penggerak birokrasi agar program prioritas bisa berjalan efektif. Apalagi kita menghadapi tantangan berat, salah satunya dampak pemangkasan dana transfer daerah dari pemerintah pusat tahun 2026 sebesar Rp309 miliar,” tegas Rijanto.

Bupati menekankan perlunya langkah cepat dalam melakukan rasionalisasi anggaran dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa mengganggu keberlangsungan layanan publik. Ia berharap Sekda baru mampu menjaga ritme kerja pemerintahan agar tetap produktif meski di tengah keterbatasan fiskal.

Siap Jalankan Amanah dan Tantangan

Usai dilantik, Khusna Lindarti menyampaikan komitmennya untuk bekerja keras menjawab tantangan tersebut. Menurutnya, langkah pertama yang akan dilakukan adalah menata ulang struktur APBD 2026 agar lebih efisien, realistis, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Penurunan dana transfer pusat memang cukup signifikan, sehingga kami perlu menyesuaikan perencanaan dan memperkuat sinergi antarperangkat daerah,” ujar Khusna.

Ia juga menegaskan bahwa hubungan harmonis antara eksekutif dan legislatif selama ini menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan daerah.

“Koordinasi dan komunikasi dengan DPRD berjalan baik, terutama dalam pembahasan dan pelaksanaan APBD. Ini menjadi kekuatan kita untuk menjaga konsistensi pembangunan daerah,” tambahnya.

Hasil Seleksi Terbuka yang Ketat

Sebelum ditetapkan sebagai Sekda definitif, Khusna Lindarti mengikuti seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama yang diikuti sejumlah pejabat berkompeten. Ia bersaing ketat dengan Priyo Suhartono (Sekda Kota Blitar) dan Rully Wahyu Prasetyowanto (Inspektur Kabupaten Blitar), hingga akhirnya dinyatakan sebagai yang terbaik dan berhak menduduki jabatan strategis tersebut.

Pelantikan ini sekaligus menandai babak baru tata kelola pemerintahan di Kabupaten Blitar. Dengan kepemimpinan baru di kursi Sekda, diharapkan arah birokrasi semakin terarah, responsif, dan siap menghadapi tekanan fiskal di tahun mendatang.