BLITAR — Konsolidasi organisasi PDI Perjuangan di Kota Blitar memasuki tahap baru. Sebanyak 21 ranting di tiga kecamatan resmi merampungkan musyawarah ranting (Musran) untuk menetapkan kepengurusan baru, Sabtu (8/8/2026) malam.
Musran digelar di Kantor Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kota Blitar. Forum tersebut dihadiri Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pendidikan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Didik Nurhadi, jajaran pengurus DPC, PAC, hingga ranting.
Tidak sekadar memilih kepengurusan, Musran menjadi bagian dari upaya partai memperbarui struktur hingga tingkat kelurahan. Komposisi pengurus juga diarahkan memberi ruang lebih besar bagi kader perempuan dan generasi muda.
Didik Nurhadi mengatakan, proses penetapan pengurus dilakukan secara berjenjang. Ranting terlebih dahulu menjaring lima calon. Hasil penjaringan kemudian dibahas di tingkat PAC dengan tambahan tiga calon. Selanjutnya, DPC melalui rapat pleno memiliki kewenangan menambahkan dua calon.
Dari keseluruhan nama tersebut, kemudian ditetapkan ketua, sekretaris, dan bendahara ranting melalui mekanisme pleno.
“Ranting menjaring lima calon, PAC menambahkan tiga calon, kemudian DPC melalui pleno menambahkan dua orang. Dari proses itu diputuskan KSB, ketua, sekretaris, dan bendahara ranting,” kata Didik.
Hasil pleno selanjutnya dibacakan dalam forum Musran untuk masing-masing ranting. Setelah itu, seluruh pengurus dilantik dan ditetapkan melalui surat keputusan DPC.
Didik menyebut Musran Kota Blitar menjadi bagian dari target konsolidasi organisasi yang harus dituntaskan pada Agustus. Di wilayah kerja DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, konsolidasi juga berlangsung di Kabupaten Blitar dan Tulungagung.
“Alhamdulillah, di Kota Blitar tiga kecamatan dan 21 kelurahan malam ini sudah selesai,” ujarnya.

Gen Z Diberi Ruang
Perubahan komposisi kepengurusan menjadi salah satu perhatian dalam Musran kali ini. Setiap ranting beranggotakan sembilan pengurus dengan ketentuan keterwakilan perempuan dan kader muda.
Didik mengatakan keterwakilan perempuan minimal 30 persen menjadi bagian yang harus diperhatikan dalam struktur partai. Selain itu, kader generasi Z juga diberi ruang untuk masuk dalam kepengurusan.
Menurut dia, regenerasi menjadi kebutuhan organisasi karena partai harus menyiapkan kader yang mampu melanjutkan kerja politik dalam jangka panjang, termasuk menghadapi Pemilu 2029.
“Harapannya, dengan adanya senior, Gen Z, dan perempuan, ini menjadi mesin yang efektif dalam menyongsong agenda Pemilu 2029,” kata Didik.
Masuknya kader muda sekaligus diharapkan membuat partai tidak berhenti pada pola kerja organisasi yang hanya mengandalkan kader lama. Generasi muda diberi kesempatan mengenal kerja politik sekaligus mengambil tanggung jawab dalam struktur.

Semua Keputusan Lewat Musyawarah
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Blitar Sugeng Praptono mengatakan Musran merupakan kelanjutan konsolidasi organisasi setelah proses di tingkat DPC dan PAC. Setelah Musran selesai, tahapan akan dilanjutkan dengan musyawarah anak ranting.
Sugeng mengapresiasi proses penjaringan hingga penetapan pengurus yang berlangsung tanpa voting. Menurut dia, keputusan melalui musyawarah untuk mufakat menunjukkan kematangan kader dalam menjalankan organisasi.
“Tidak ada satu pun calon ketua yang dipilih melalui voting. Semuanya didasari musyawarah untuk mufakat. Ini yang perlu kami apresiasi karena tingkat kedewasaan untuk berpartai cukup tinggi,” ujarnya.
Di sisi lain, kader senior tetap mendapatkan tempat dalam struktur. Sugeng menyebut masih terdapat kader-kader lama yang menunjukkan komitmen untuk terus bekerja melalui partai.
Menurut dia, kombinasi kader senior dan generasi muda diperlukan agar pengalaman organisasi tetap terjaga sekaligus memberi ruang regenerasi.
“Anak-anak muda di Blitar hari ini kami ajak bergabung. Kami adalah partai yang ideologinya jelas, memegang teguh ideologi negara, Pancasila 1 Juni,” katanya.

189 Pengurus Dilantik
Sebanyak sembilan pengurus dari setiap ranting mengikuti pengambilan sumpah dan janji dalam Musran. Mereka tidak hanya terdiri atas ketua, sekretaris, dan bendahara, tetapi juga unsur pengurus lainnya.
Dengan 21 ranting dan masing-masing sembilan pengurus, terdapat sekitar 189 kader yang masuk dalam struktur kepengurusan ranting baru.
Sugeng mengingatkan, menjadi pengurus bukan sekadar memperoleh posisi dalam struktur. Ada tanggung jawab organisasi yang harus dijalankan secara konsisten.
“Jadi pengurus itu tidak gampang. Mengurusi, bukan diurusi. Perlu dedikasi yang tinggi,” ujarnya.
Ia meminta pengurus baru berpegang pada lima prinsip yang menjadi ukuran kerja organisasi, yakni mantap ideologi, mantap program, mantap kader, mantap organisasi, dan mantap sumber daya.
Lima prinsip tersebut diharapkan menjadi dasar bagi pengurus ranting dalam menjalankan konsolidasi sekaligus menjaga kesinambungan kerja partai hingga tingkat kelurahan.
