PatriaPos Indonesia | Portal Media Independen Terkini & Terpercaya

Budi Susila Jaya Dorong Pasar Kesamben Modern Berkarakter Lokal dan Tertib

Prosesi ground breaking pembangunan Pasar Kesamben sebagai simbol dimulainya pembangunan pasar rakyat berkonsep modern dengan tetap mengedepankan nilai-nilai lokal, Rabu (14/1/2026).
Prosesi ground breaking pembangunan Pasar Kesamben sebagai simbol dimulainya pembangunan pasar rakyat berkonsep modern dengan tetap mengedepankan nilai-nilai lokal, Rabu (14/1/2026).

BLITAR– Pembangunan Pasar Kesamben tidak semata-mata dipandang sebagai proyek fisik, tetapi juga sebagai momentum membangun wajah baru pasar rakyat yang modern tanpa kehilangan jati diri lokal. Hal itu mengemuka dalam kegiatan ground breaking Pasar Kesamben yang digelar pada Rabu (14/1/2026).

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Blitar, Budi Susila Jaya, menegaskan bahwa pasar rakyat harus mampu menjawab tantangan zaman sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai lokal yang telah lama hidup di tengah masyarakat.

“Pasar ini harus modern, tapi jangan sampai meninggalkan kearifan lokal. Nuansa tradisional itu penting, karena di situlah ruh pasar rakyat,” ujar Budi.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga ikon kawasan Pasar Kesamben, yakni pohon sengon besar yang telah berusia puluhan tahun. Menurutnya, keberadaan pohon tersebut bukan sekadar bagian dari lanskap, tetapi telah menjadi penanda dan identitas kawasan pasar.

“Kalau memungkinkan, pohon sengon itu jangan ditebang. Itu sudah menjadi ikon Pasar Kesamben dan bagian dari ingatan masyarakat,” katanya.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Blitar, Budi Susila Jaya, memberikan keterangan kepada awak media usai kegiatan ground breaking pembangunan Pasar Kesamben, Rabu (14/1/2026).
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Blitar, Budi Susila Jaya, memberikan keterangan kepada awak media usai kegiatan ground breaking pembangunan Pasar Kesamben, Rabu (14/1/2026).

Lebih lanjut, Budi berharap pembangunan fisik pasar diikuti dengan perubahan pola pikir pedagang dan pengunjung. Ia menekankan pentingnya budaya tertib, bersih, dan saling menjaga demi menciptakan kenyamanan bersama.

“Pasar ini milik bersama. Kalau sudah dibangun dengan baik, maka tanggung jawab kita semua untuk merawat. Kalau tertib dan nyaman, orang pasti mau belanja,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Strategis Jawa Timur, I Gusti Agung Ariwibawa, menjelaskan bahwa desain Pasar Kesamben telah disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan pedagang serta aspek pengelolaan jangka panjang.

“Perencanaan pasar ini kami susun berdasarkan hasil pendataan pedagang oleh Dinas Perdagangan. Dari situ ditentukan kapasitas bangunan yang akan dibangun,” kata Agung.

Ia merinci, Pasar Kesamben nantinya akan memiliki 52 kios, 470 los, dan 228 hamparan yang terbagi dalam tiga kategori. Seluruh area tersebut akan ditata dengan sistem zonasi yang jelas.

“Kami bedakan zonasi antara basah dan kering, juga antara pangan dan nonpangan. Tujuannya agar pengelolaan lebih mudah dan kebersihan bisa terjaga,” jelasnya.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Blitar Budi Susila Jaya bersama unsur pemerintah daerah, pelaksana proyek, dan tamu undangan berfoto bersama usai kegiatan ground breaking Pasar Kesamben di Kabupaten Blitar.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Blitar Budi Susila Jaya bersama unsur pemerintah daerah, pelaksana proyek, dan tamu undangan berfoto bersama usai kegiatan ground breaking Pasar Kesamben di Kabupaten Blitar.

Agung menambahkan, pembangunan Pasar Kesamben menelan anggaran sebesar Rp63 miliar dan dilaksanakan selama dua tahun anggaran. Kontrak pekerjaan dimulai pada 2025 dan ditargetkan selesai pada 2026 dengan masa kerja efektif selama 360 hari.

Untuk aspek arsitektur, Agung menyebut desain pasar mengadopsi bentuk Candi Penataran sebagai simbol muatan lokal Kabupaten Blitar.

“Konsep tampilan kami ambil dari Candi Penataran, supaya pasar ini punya ciri khas daerah dan tidak kehilangan identitas lokalnya,” ujarnya.

Dengan konsep tersebut, Pasar Kesamben diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat, tetapi juga ruang publik yang nyaman, tertib, dan merepresentasikan kebanggaan lokal masyarakat Blitar.