Home / Ekonomi / Harga Pangan di Pasar Tradisional Kabupaten Blitar Awal September: Cabai Rawit dan Bawang Merah Naik, Cabai Besar Malah Turun

Harga Pangan di Pasar Tradisional Kabupaten Blitar Awal September: Cabai Rawit dan Bawang Merah Naik, Cabai Besar Malah Turun

File 00000000bca081fa809947d8802a2e6c
Aktivitas warga saat memilih cabai dan bahan pangan di pasar tradisional. Harga sejumlah komoditas di Kabupaten Blitar mengalami perubahan pada awal September 2026.

BLITAR – Pergerakan harga bahan pokok di Kabupaten Blitar pada awal September 2026 masih cukup beragam. Ada komoditas yang harganya tetap stabil, tetapi sejumlah bahan pangan justru mengalami perubahan dalam beberapa hari terakhir.

Data per 1 September 2026 untuk harga cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup terasa dibandingkan catatan pekan terakhir. Dalam rentang tersebut, harga rata-rata cabai rawit merah naik dari Rp49.000 menjadi Rp51.500 per kilogram. Artinya, terjadi kenaikan Rp2.500 atau sekitar 5,1 persen.

Kenaikan juga terjadi pada bawang merah. Komoditas yang cukup banyak digunakan masyarakat untuk kebutuhan dapur ini bergerak dari Rp22.500 menjadi Rp23.500 per kilogram. Sementara itu, cabai merah besar justru mengalami penurunan, dari Rp25.000 menjadi Rp24.000 per kilogram.

Cabai rawit merah paling menonjol

Dari sejumlah bahan pangan yang tercatat, cabai rawit merah menjadi salah satu perhatian utama. Harga sebelumnya yang rata-ratanya berada di kisaran angka Rp49.000 per kilogram. Memasuki bulan September, harganya mencapai Rp51.500 per kilogram.

Kenaikan Rp2.500 tersebut setara sekitar 5,1 persen. Dengan harga di atas Rp50 ribu per kilogram, perubahan harga cabai tentu cukup terasa bagi rumah tangga maupun pelaku usaha makanan yang membutuhkan cabai dalam jumlah banyak.

Bawang merah juga mengalami kenaikan. Harga rata-rata yang sebelumnya tercatat dari Rp22.500 per kilogram, kemudian menjadi Rp23.500 per kilogram pada 1 September. Kenaikannya mencapai Rp1.000 atau sekitar 4,4 persen.

Berbeda dengan dua komoditas tersebut, cabai merah besar justru bergerak turun dari Rp25.000 per kilogram menjadi Rp24.000 per kilogram.

Harga beras dan minyak masih stabil

Sementara harga sejumlah kebutuhan pokok utama belum menunjukkan perubahan. Beras premium masih berada di angka Rp14.900 per kilogram. Beras medium juga tetap Rp12.500 per kilogram.

Harga gula kristal putih tercatat Rp16.000 per kilogram. Minyak goreng curah berada di kisaran Rp16.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan premium Rp22.000 per liter.

Untuk minyak goreng kemasan sederhana, harga rata-ratanya Rp18.500 per liter. Sementara Minyakita tercatat Rp15.700 per liter.

Kondisi serupa terlihat pada telur ayam ras yang masih Rp23.500 per kilogram dan telur ayam kampung Rp45.000 per kilogram.

Harga daging ayam ras tetap Rp39 ribu

Harga daging ayam ras juga patut dicermati, harga rata-ratanya masih tercatat Rp39.000 per kilogram.

Namun, bagi komoditas ayam ras sempat berada di harga Rp40.000 per kilogram sebelum turun menjadi Rp39.000. Dengan demikian, dalam beberapa hari terakhir harga ayam ras relatif stabil setelah mengalami penurunan sebelumnya.

Daging sapi paha belakang juga masih bertahan di Rp130.000 per kilogram. Sedangkan daging ayam kampung berada di angka Rp77.000 per ekor.

Sayuran cenderung stabil setelah turun

Kelompok sayuran juga menunjukkan kondisi yang relatif tenang pada awal September. Kol atau kubis berada di Rp5.500 per kilogram, kentang Rp13.500, tomat merah Rp4.500, wortel Rp14.500, dan buncis Rp11.000 per kilogram.

Menariknya, sebagian besar harga tersebut sebelumnya sempat mengalami penurunan. Kubis, misalnya, turun dari Rp6.500 menjadi Rp5.500 per kilogram. Kentang turun dari Rp14.500 menjadi Rp13.500, sedangkan tomat merah turun dari Rp5.000 menjadi Rp4.500. Buncis juga mengalami penurunan dari Rp12.000 menjadi Rp11.000 per kilogram.

Komoditas lain masih relatif aman

Sejumlah kebutuhan lainnya juga belum menunjukkan perubahan berarti. Kedelai impor berada di Rp13.000 per kilogram, kedelai lokal Rp14.000, jagung pipilan kering Rp7.000, kacang hijau Rp18.000, dan kacang tanah Rp30.000 per kilogram.

Harga tepung terigu protein sedang tercatat Rp11.000 per kilogram. Ketela pohon berada di Rp3.500 per kilogram, sementara garam halus Rp8.500 per kilogram.

Untuk ikan, harga kembung masih Rp30.000 per kilogram, tuna Rp39.000, tongkol Rp20.000, dan cakalang Rp30.000. Gas LPG 3 kilogram tercatat Rp20.000 per kilogram.

Gambaran harga Blitar awal September

Jika dibandingkan dari data pekan terkahir dan memasuki awal September 2026, perubahan harga yang paling menonjol terjadi pada kelompok cabai dan bawang. Cabai rawit merah naik Rp2.500 per kilogram, bawang merah naik Rp1.000, sedangkan cabai merah besar turun Rp1.000.

Di sisi lain, sebagian besar bahan pokok utama seperti beras, gula, minyak goreng, telur, daging sapi, susu, kedelai, tepung, ikan, serta berbagai kebutuhan lainnya masih berada pada harga yang sama.

Data tersebut merupakan harga rata-rata tingkat konsumen Kabupaten Blitar yang mencakup pemantauan Pasar Lodoyo dan Pasar Wlingi.