PatriaPos Indonesia | Portal Media Independen Terkini & Terpercaya

Akhir Era Minggu Pagi, Doraemon Tak Lagi Tayang di RCTI Setelah 35 Tahun Menemani Pemirsa

Ilustrasi tayangan Doraemon di televisi rumah, yang selama puluhan tahun identik dengan hiburan Minggu pagi pemirsa Indonesia.
Ilustrasi tayangan Doraemon di televisi rumah, yang selama puluhan tahun identik dengan hiburan Minggu pagi pemirsa Indonesia.

PatriaPos.com – Penayangan anime legendaris Doraemon di RCTI kini tidak lagi ditemukan dalam jadwal siaran, setelah menemani pemirsa Indonesia selama lebih dari tiga dekade.

Memasuki Januari 2026, program yang identik dengan tayangan Minggu pagi itu tidak lagi tercantum dalam jadwal siaran RCTI, menandai berakhirnya salah satu era terpanjang dalam sejarah televisi nasional.

Berakhirnya Doraemon di RCTI terjadi tanpa seremoni maupun pengumuman resmi. Tidak ada episode penutup atau pernyataan terbuka dari pihak stasiun televisi.

Namun, berdasarkan pantauan jadwal siaran, tayangan tersebut terakhir kali masih muncul pada akhir Desember 2025, sebelum akhirnya menghilang secara bertahap dari slot regulernya.

Doraemon pertama kali hadir di layar RCTI pada akhir dekade 1980-an, bertepatan dengan masa awal operasional televisi swasta pertama di Indonesia tersebut.

Pada periode itu, jangkauan siaran masih terbatas dan televisi belum menjadi barang umum di setiap rumah.

Meski demikian, karakter robot kucing dari abad ke-22 itu perlahan membangun basis penonton setia, terutama di kalangan anak-anak.

Memasuki awal 1990-an, saat RCTI mulai memperluas jangkauan siaran secara nasional, Doraemon menemukan momentum pentingnya.

Penempatan di slot Minggu pagi menjadikannya tontonan rutin keluarga. Dalam waktu relatif singkat, acara ini tidak hanya dikenal sebagai kartun anak, tetapi juga bagian dari kebiasaan akhir pekan masyarakat.

Konsistensi menjadi kekuatan utama Doraemon. Selama bertahun-tahun, format cerita yang sederhana, karakter yang mudah dikenali, serta pengisi suara berbahasa Indonesia yang khas membuatnya bertahan lintas generasi.

Bahkan ketika industri televisi mulai dipenuhi beragam program baru, Doraemon tetap menjadi salah satu konten yang dianggap aman dan familier.

Namun, perubahan besar mulai terasa sejak memasuki dekade 2010-an. Pola konsumsi tontonan anak-anak bergeser seiring pesatnya perkembangan internet dan platform digital.

Televisi tidak lagi menjadi pilihan utama, terutama bagi generasi muda yang lebih akrab dengan layanan video daring dan konten sesuai permintaan.

RCTI sempat melakukan berbagai penyesuaian, termasuk menayangkan versi animasi Doraemon yang lebih modern dan mengubah jam tayang.

Meski langkah tersebut mampu mempertahankan eksistensi untuk beberapa waktu, daya tariknya tidak lagi sekuat era sebelumnya. Tayangan film Doraemon pun mulai lebih sering berpindah ke stasiun televisi lain.

Hilangnya Doraemon dari RCTI merupakan perubahan lanskap industri penyiaran nasional. Persaingan antar platform, fragmentasi penonton, serta tuntutan rating membuat stasiun televisi harus terus menyesuaikan strategi program.

Dalam kondisi tersebut, program lama yang bersifat nostalgia tidak selalu mampu bertahan di slot utama.

Meski tak lagi hadir di RCTI, Doraemon belum sepenuhnya menghilang dari kehidupan masyarakat Indonesia. Karakter dan ceritanya masih dapat diakses melalui berbagai media lain, termasuk platform digital dan film layar lebar yang terus diproduksi.