BLITAR – Pemerintah Kabupaten Blitar memaksimalkan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2025 untuk memperkuat sektor pertanian tembakau secara berkelanjutan.
Melalui anggaran sebesar Rp650 juta, Pemkab membangun tiga fasilitas strategis yang ditujukan langsung untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas tembakau di Kecamatan Selopuro.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar, Setiyana, menyampaikan bahwa Selopuro menjadi wilayah prioritas karena potensinya sebagai sentra tembakau unggulan.
Tiga fasilitas yang dibangun menggunakan DBHCHT itu meliputi jaringan irigasi tersier, gudang tembakau, dan dome pengering.
“Untuk irigasi sudah selesai dan berfungsi, sementara gudang serta dome pengering ditargetkan rampung pada Desember 2025,” ujar Setiyana, Rabu (12/11/2025).
Adapun total anggaran Rp650 juta dialokasikan dengan pembagian sebagai berikut:
Rp150 juta untuk pembangunan jaringan irigasi tersier
Rp375 juta untuk pembangunan gudang
Rp135 juta untuk fasilitas pengeringan (dome)
Setiyana menjelaskan, alokasi DBHCHT tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi petani. Infrastruktur yang dibangun dianggap sangat krusial untuk menjaga kualitas daun tembakau, terutama pada musim penghujan yang identik dengan tingginya risiko penurunan mutu.
Dengan berfungsinya jaringan irigasi tersier, petani kini memiliki pasokan air yang lebih terjamin dan teratur. Hal ini berdampak pada peningkatan kualitas tanaman.
Sementara itu, keberadaan gudang dan dome pengering akan menjawab persoalan klasik petani tembakau terkait penyimpanan dan proses pengeringan. Dome pengering dirancang agar produksi tidak bergantung pada cuaca, sehingga kualitas daun lebih stabil dan harga jual berpotensi meningkat.
“Fasilitas penyimpanan dan pengeringan yang baik bisa meningkatkan mutu dan nilai jual tembakau. Ini menjadi tonggak kebangkitan tembakau Selopuro dan kesejahteraan petaninya,” tambah Setiyana.
Melalui pemanfaatan DBHCHT secara tepat sasaran, Pemkab Blitar berharap sektor pertanian tembakau di Selopuro dapat semakin berkembang dan memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.(ADV)
