PatriaPos Indonesia | Portal Media Independen Terkini & Terpercaya

Era Digital yang Tak Selalu Aman: Waspadai Ancaman Kebocoran Data Pribadi

(Sumber: Unsplash – Digital Network by ThisisEngineering RAEng)
Ilustrasi media digital (Sumber: Unsplash – Digital Network by ThisisEngineering RAEng)

PatriaPos.com – Di era digitalisasi sekarang, semua kegiatan manusia menjadi lebih ringkas dan cepat. Mulai dari belanja, bekerja, belajar, komunikasi, dan masih banyak lainnya, semuanya kini dapat dilakukan hanya dengan sentuhan. Semuanya berkembang begitu pesat, teknologi semakin cangih dan pintar. Digitalisasi sangat pengaruh di kehidupan manusia.

Semua hal itu memang terlihat sangat menguntungkan bagi kehidupan kita. Namun, ada juga sisi negative digitalisasi, seperti kecanduan dan penggunaan digitalisasi yang kurang tepat, juga  dibalik itu, penggunakan teknologi digital, muncul pertanyaan “apakah data pribadi kita aman saat mengakses berbagai web atau aplikasi?” tentu saja, hal ini menjadi kekhawatiran banyak orang.

Dalam penggunaan aplikasi atau web, kita perlu menghubungkan akun yang harus dilengkapi dengan data-data pribadi. Tanpa kita sadari, terdapat banyak aplikasi dan situs web yang berbahaya karena dapat memberikan dampak buruk, seperti kebocoran data pribadi seseorang. Hal tersebut pada akhirnya dapat membuka peluang terjadinya kejahatan siber, seperti peretasan bank yang mengakibatkan kehilangan uang di tabungan dan membuat data pribadi tidak aman.

(Sumber dari artikel Forbes: “Mobile Commerce Is The Under-The-Radar Story in Consumers' Flight to Digital Shopping”.)
(Sumber dari artikel Forbes: “Mobile Commerce Is The Under-The-Radar Story in Consumers’ Flight to Digital Shopping”.)

Bayangkan, data pribadi yang seharusnya rahasia bisa dengan mudah disalahgunakan untuk penipuan, pencurian identitas, atau kejahatan digital lainnya. Masih banyak masyarakat yang masih kurang peduli terhadap keamanan data. Kita sering asal mengisi data di aplikasi, memberikan izin akses tanpa membaca, atau menggunakan kata sandi yang mudah ditebak. Padahal, hal-hal sederhana seperti itu bisa membuka peluang bagi pihak tak bertanggung jawab untuk mencuri informasi pribadi kita.

Dari permasalahan itu, muncul banyak pertanyaan tentang bagaimana cara agar data pribadi kita aman tanpa menimbukan kekhawatiran. Hal ini menjadi keresahan banyak orang, terutama kalangan orang tua yang kurang memahami penggunaan teknologi, orang tua sering kali asal mengklik sesuatu, karena tidak tau kalua itu bisa sangat membahayakan. Digitalisasi memang membawa kemudahan, tapi jika harus menanggung resiko tersebut, siapa yang mau!

Maka dari itu, guna mengatasi kekhawatiran tersebut, diharapkan segala kegiatan yang mengunakan digitalisasi dapat terus dievaluasi, terutama dalam hal keamanan data pengguna. Diperlukan pengembangan dan peningkatan sistem keamanan agar tidak muncul celah sekecil apa pun yang dapat dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, karena data pribadi seseorang sangatlah penting, tidak ada orang yang rela datanya pribadinya disalahgunakan dalam bentuk kejahatan apapun.