Home / Komunitas & UMKM / Soto Bok Ireng, Kuliner Legendaris Blitar yang Bertahan Sejak Era 1940-an

Soto Bok Ireng, Kuliner Legendaris Blitar yang Bertahan Sejak Era 1940-an

Soto Bok Ireng
Di balik warung sederhana, tersimpan cita rasa legendaris. Penjual Bok Ireng masih setia meracik hidangan untuk para pelanggan.

BLITAR – Kota Blitar tidak hanya dikenal dengan sejarah dan wisata, tetapi juga memiliki beragam kuliner yang telah bertahan lintas generasi. Salah satunya adalah Soto Bok Ireng yang berada di Jalan Kelud, Kelurahan Kepanjen Lor, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.

Warung sederhana yang berada di kawasan dekat persimpangan lampu merah tersebut dikenal sebagai salah satu kuliner legendaris Kota Blitar. Soto Bok Ireng telah ada sejak era 1940-an, bahkan sebelum Indonesia merdeka.

Nama Bok Ireng sendiri bukan berasal dari nama pemilik warung. Sebutan tersebut dikaitkan dengan jembatan berwarna hitam yang berada di sekitar lokasi warung. Dalam bahasa Jawa, “bok” berarti jembatan, sedangkan “ireng” berarti hitam.

Dimasak dengan Cara Tradisional

Salah satu hal yang membuat Soto Bok Ireng menarik adalah cara memasaknya yang masih mempertahankan nuansa tradisional.

Kuah soto dipanaskan menggunakan kuali atau gentong tanah liat yang diletakkan di atas perapian kayu bakar. Cara tersebut menjadi salah satu ciri khas yang membedakannya dari warung soto pada umumnya.

Kuah yang terus dipanaskan kemudian disajikan langsung ke dalam mangkuk kecil. Penggunaan peralatan tradisional ini sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin merasakan suasana kuliner tempo dulu.

Soto Daging dengan Isian Jeroan

IMG 20260903
Doc. Foto

Soto yang disajikan merupakan soto daging sapi dengan tambahan jeroan seperti usus dan hati. Kuahnya memiliki karakter gurih dengan cita rasa manis yang cukup terasa.

Menariknya, kecap juga menjadi bagian dari racikan soto. Bagi pengunjung yang tidak terlalu menyukai rasa manis, soto dapat dipesan tanpa kecap.

Penyajiannya menggunakan mangkuk berukuran kecil. Meski terlihat sederhana, isinya cukup padat karena terdapat nasi, daging, jeroan, kecambah, kuah serta pelengkap seperti sambal dan kecap.

Harga Masih Terjangkau

Salah satu daya tarik lainnya adalah harganya yang relatif ramah di kantong.

Untuk masalah harga satu porsi Soto Bok Ireng sekitar Rp10.000. Pelengkap seperti kerupuk dan minuman tersedia dengan harga terpisah.

Dengan harga tersebut, kuliner ini bisa menjadi pilihan sarapan atau makan menjelang siang ketika berada di Kota Blitar.

Lokasi Mudah Ditemukan

Soto Bok Ireng berada di Jl. Kelud, Kepanjen Lor, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar. Lokasinya berada di kawasan dekat Alun-Alun Blitar dan persimpangan lampu merah sehingga relatif mudah ditemukan.

Warungnya tidak terlalu besar namun mudah ditemukan karena papan nama bertuliskan “bok ireng” terlihat jelas di tenda warung bagi pengendara yang sedang melintasi areal lokasi. Area parkir juga terbatas, terutama bagi kendaraan roda empat. Pengunjung yang membawa mobil kemungkinan perlu mencari tempat parkir sedikit lebih jauh dari warung.

Jam buka yang tercantum saat ini sekitar 07.00–15.00 WIB pada Senin-Jumat, sedangkan Sabtu dan Minggu hingga sekitar pukul 14.00 WIB. Karena jam operasional dapat berubah, pengunjung sebaiknya memastikan kembali sebelum datang.

Bagi pencinta kuliner tradisional, Soto Bok Ireng bukan hanya menawarkan semangkuk soto. Cara memasak menggunakan kayu bakar, kuali tanah liat, mangkuk kecil, serta sejarah panjang yang telah berlangsung sejak era 1940-an menjadi bagian dari pengalaman kuliner yang membuatnya tetap menarik untuk dikunjungi.

Soto Bok Ireng menjadi salah satu gambaran bahwa kuliner sederhana dengan resep dan cara penyajian yang dipertahankan dari generasi ke generasi masih memiliki tempat di tengah perkembangan kuliner modern di Kota Blitar.