PatriaPos Indonesia | Portal Media Independen Terkini & Terpercaya

Ingin Mondok? Inilah 10 Pesantren Terbesar dan Terkenal di Jawa Timur

Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang, didirikan KH. Hasyim Asy’ari pada 1899, kini menjadi salah satu pusat pendidikan Islam terbesar di Indonesia.
Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang, didirikan KH. Hasyim Asy’ari pada 1899, kini menjadi salah satu pusat pendidikan Islam terbesar di Indonesia.

PatriaPos.com – Bagi siapa pun yang mencari tempat untuk menuntut ilmu agama Islam secara mendalam, Jawa Timur menjadi pilihan yang tepat.

Provinsi ini dikenal sebagai pusat perkembangan pesantren terbesar di Indonesia, dengan tidak kurang dari 4.452 pondok pesantren tersebar di berbagai daerah.

Dari sekian banyak pesantren, ada beberapa yang berdiri kokoh sebagai yang terbaik dan terbesar di Jawa Timur.

Dengan segudang prestasi, fasilitas memadai, dan kurikulum yang komprehensif, pesantren-pesantren ini menjadi incaran para orang tua untuk melanjutkan pendidikan anak-anak mereka.

Jika Anda pun tertarik untuk menyekolahkan putra-putri di pondok pesantren terbaik Jawa Timur, simak rekomendasi 10 pesantren terbaik berikut ini.

1. Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo

Berdiri sejak 1908, pesantren ini telah berhasil meraih penghargaan sebagai pesantren berusia satu abad dalam acara Anugerah 1 Abad Nahdlatul Ulama.

Didirikan oleh K.H. Syamsul Arifin, pesantren ini tidak hanya mengajarkan ilmu-ilmu kitab klasik, tetapi juga membuka Institut Agama Islam Ibrahimy dan Universitas Ibrahimy pada 1968.

Pada 1978, institusi ini mendirikan SMP, dan pada 1990 membuka Mahad Aly untuk mengatasi kelangkaan ahli fikih.

2. Pondok Pesantren Al-Amin Prenduan, Sumenep

Berdiri sejak 1952, pesantren ini menyelenggarakan pendidikan dari tingkat SD hingga SMA, serta memiliki Institut Dirosat Islamiyah Al-Amin (IDIA) untuk para santri yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.

Selain itu, Pondok Pesantren Al-Amin juga membuka berbagai bidang usaha, seperti peternakan, budidaya, minimarket, dan lain-lain, untuk mendidik kemandirian para santri.

3. Pondok Pesantren Darul Ukhuwwah, Malang

Meski masih terbilang muda dibandingkan pesantren lainnya, pesantren ini telah mencetak banyak siswa berprestasi, baik di tingkat lokal maupun nasional. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum nasional dengan penekanan pada ilmu agama.

Bahkan, Pondok Pesantren Darul Ukhuwwah memiliki program Azhari yang memungkinkan para santri untuk masuk ke Universitas Al-Azhar, Mesir, tanpa tes. Program ini telah berhasil mengirimkan 29 alumni ke Universitas Al-Azhar.

4. Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Banyuwangi

Didirikan oleh KH. Mukhtar Syafa’at Abdul Ghofur pada 1951, pesantren ini dikenal sebagai pesantren terlengkap dan terbesar di Banyuwangi.

Selain mampu menampung banyak santri, pesantren ini juga mengembangkan dua jenis pendidikan, yaitu di bawah Kemendikbud (SDI, SMP Plus, SMK, TK, dan STIB) serta di bawah Kementerian Agama (MA, IAI, DA, dan EMS).

Dengan sistem pendidikan yang lengkap, pesantren ini diminati banyak santri dan telah meluluskan ratusan murid dari berbagai daerah di Indonesia.

5. Pondok Pesantren Langitan, Tuban

Didirikan oleh K.H. Muhammad Nur pada 1852, pesantren ini dianggap sebagai salah satu yang terbaik di Jawa Timur karena melahirkan banyak ulama besar, termasuk beberapa tokoh pendiri organisasi Islam di Indonesia.

Pesantren ini menerapkan sistem pendidikan klasikal madrasiah dan non-klasikal ma’hadiah, dengan fasilitas seperti masjid, gedung belajar, perpustakaan, dan asrama. Pondok Pesantren Langitan memiliki tiga pondok, yaitu pondok putra, pondok putri barat, dan pondok putri timur.