PatriaPos Indonesia | Portal Media Independen Terkini & Terpercaya

Rayakan HUT ke-80, KAI Daop 7 Madiun Tebar Kepedulian Lewat Bantuan Rp227 Juta untuk Pesantren dan Panti Asuhan

Momen penyerahan bantuan bina lingkungan oleh KAI Daop 7 Madiun kepada santri pesantren, sebagai wujud kepedulian sosial memperingati HUT ke-80 KAI.
Momen penyerahan bantuan bina lingkungan oleh KAI Daop 7 Madiun kepada santri pesantren, sebagai wujud kepedulian sosial memperingati HUT ke-80 KAI.

Madiun– Perayaan 80 tahun PT Kereta Api Indonesia (Persero) tak hanya ditandai dengan deru lokomotif dan geliat layanan transportasi. Di Daerah Operasi 7 (Daop 7) Madiun, momentum ini justru dimaknai dengan langkah sederhana namun penuh arti: berbagi kebahagiaan bersama santri pesantren dan anak-anak panti asuhan.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), KAI Daop 7 Madiun menyalurkan bantuan bina lingkungan dengan total Rp227.505.000. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Vice President Daop 7 Madiun, Suharjono, dan Deputy Vice President, Muhamad Kahfi.

“Perjalanan 80 tahun KAI adalah perjalanan panjang. Kami ingin merayakannya bukan hanya dengan syukur, tapi juga berbagi kepada sesama. Inilah komitmen kami agar keberadaan kereta api benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Rokhmad Makin Zainul, Manajer Humas Daop 7 Madiun.

Bantuan yang diberikan meliputi pembangunan sarana pendidikan, fasilitas olahraga, hingga dukungan kesehatan. Salah satunya di Pondok Pesantren Kanzul Ulum, para santri mendapat pemeriksaan kesehatan gratis, kacamata, vitamin, serta obat pencegahan cacingan. Sementara itu, Pondok Pesantren Karang Kadempel memperoleh sarana olahraga senilai Rp133 juta, diharapkan bisa menjadi wadah tumbuh kembang santri dalam bidang non-akademik.

Tak ketinggalan, Panti Asuhan Muhammadiyah Kota Madiun dan Panti Asuhan Bhakti Luhur juga mendapatkan bantuan berupa peralatan asrama dan kebutuhan sehari-hari.

“Bagi anak-anak panti dan santri, bantuan ini tentu bukan hanya soal nominal, tapi juga bentuk kepedulian. Mereka merasa diperhatikan, dan itu jauh lebih berharga,” kata Zainul.

KAI berharap semangat berbagi ini menjadi inspirasi, bahwa perjalanan panjang sebuah perusahaan tidak akan berarti tanpa memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.