PatriaPos.Com – Dikutip dari detik news pada malam hari Kamis, 30 Oktober 2025, Onadio Leonardo dikenal sebagai “Onad”, musisi dan aktor ditangkap oleh Polres Metro Jakarta Barat di kediamannya di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, atas dugaan penyalahgunaan narkoba.
Polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa batang ganja, satu plastik klip kecil, satu vapir, dan beberapa ponsel. Barang bukti ekstasi disebut sudah habis digunakan. Setelah dilakukan asesmen oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta atau BNNP DKI, Onad direkomendasikan untuk menjalani rehabilitasi karena hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia merupakan pengguna, bukan seorang pengedar.
Polisi telah mengungkap bahwa motif penyalahgunaan narkoba oleh Onad berkaitan dengan masalah pribadi yang tengah dihadapinya. Dikutip dari www.jpnn
Pada saat ditangkap, statusnya sebagai pengguna yang disarankan untuk rehabilitasi menunjukkan bahwa kasus ini bukan hanya sekadar pelanggaran hukum semata, tetapi kasus ini juga masalah kesehatan dan pemulihan untuk dirinya pribadi.
Onad juga menyampaikan perasaan penyesalan mendalam atas kejadian ini, dan menginginkan kesempatan untuk sembuh dan keluar dari rasa kecanduan.
melalui media sosial dan memberikan dukungan dan menyebut suaminya bukan “penjahat” tetapi ia hanya sedang dalam proses pemulihan.
Pihak kepolisian juga menyebut bahwa kasus ini memperlihatkan sisi pengguna sebagai korban, sehingga proses rehabilitasi bisa lebih diutamakan daripada semata-hukuman.
Di dalam kerangka hukum yang ada di Indonesia, pengguna narkotika bisa diberikan pilihan rehabilitasi sebagai salah satu bagian dari penanganan jika sudah memenuhi kriteria yang cukup berbeda dengan pengedar atau bandar. Kasus Onad ini bisa menjadi salah satu contoh di mana penegakan hukum menggabungkan antara pendekatan kesehatan dan pemulihan.
BNNP DKI juga memberikan rekomendasi setelah asesmen terpadu, dan Onad akan melakukan rehabilitasi rawat inap selama tiga bulan di fasilitas yang ditunjuk.
Pada kasus ini, tidak hanya mengingatkan kita pada bahaya penyalahgunaan narkoba, tetapi juga menghadirkan beberapa pelajaran penting, bahwa pengguna narkoba cenderung memiliki latar belakang tekanan atau masalah pribadi yang melandasi, maka pendekatan empati dan rehabilitasi sangat berperan penting.
Media dan masyarakat harus melihat seorang pengguna dengan bukan hanya sebagai pelaku kriminal, tetapi juga sebagai pribadi yang memerlukan recovery, dukungan sosial, dan pemahaman. Beberapa peran lingkungan seperti keluarga, teman, penggemar sangatlah penting dalam proses recovery seperti dukungan yang positif bisa mempercepat perubahan.
Bagi generasi muda pada saat ini (Gen Z), sosok publik seperti Onad bisa menjadi pengingat bahwa nama baik dan karier bisa rusak oleh keputusan buruk dan memperingati bahwa pemulihan itu memberi peluang jika ada kemauan dan dukungan.
Kasus Onadio Leonardo menarik kita untuk melihat hal ini lebih rasional terhadap masalah narkoba adalah bukan sekadar kriminalitas, tetapi juga terkait kesehatan mental, rehabilitasi, dan juga pemulihan. Semoga dari kasus ini perjalanan Onad bisa menjadi contoh bagaimana seseorang mampu bangkit, memperbaiki diri, dan memberi inspirasi kepada orang lain yang mungkin menghadapi situasi yang sama.





