Home / Berita Daerah / KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Pengawasan Usai Dua Kali Gangguan Perjalanan KA Akibat Pembakaran Lahan dan Ilalang

KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Pengawasan Usai Dua Kali Gangguan Perjalanan KA Akibat Pembakaran Lahan dan Ilalang

Petugas KAI memadamkan api di sekitar jalur kereta api yang terbakar akibat pembakaran lahan dan ilalang.
Petugas KAI memadamkan api di sekitar jalur kereta api yang terbakar akibat pembakaran lahan dan ilalang.

BLITAR – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun sedang meningkatkan pengawasan dalam operasional untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api. Dengan banyaknya semak, ilalang, dan sisa panen kering di sepanjang jalur kereta api, KAI Daop 7 Madiun memberikan peringatan kepada masyarakat agar tidak membakar sampah, jerami, atau lahan di sekitar rel karena berpotensi menyebabkan kebakaran yang cepat merambat karena angin.

Ancaman tersebut bukan hanya sekedar peringatan, tetapi sudah terbukti dalam insiden nyata di Daop 7 Madiun. Baru-baru ini, gangguan operasional terjadi karena aktivitas pembakaran yang terlalu dekat dengan jalur rel, diantaranya:

Pada kilometer 134+400 petak Stasiun Bagor-Saradan, terjadi kebakaran yang disebabkan oleh ilalang yang dibakar oleh Orang Tidak Dikenal (OTK). Informasi ini diterima dari Masinis KA 278 (Sritanjung) yang melaporkan adanya api dekat jalur KA saat melintas.

Selain itu, pada kilometer 172+2/3 petak jalan Stasiun Kras-Ngadiluwih, Masinis KA 273 Kahuripan relasi Blitar-Kiaracondong juga melaporkan insiden yang mengharuskan kereta berhenti luar biasa (BLB). Hal ini terjadi karena terlihat kobaran api di dekat jalur KA yang berasal dari pembakaran lahan tebu oleh warga, disertai angin kencang yang mengarah ke jalur KA.

Tohari, Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, kembali menekankan bahaya dan potensi gangguan yang ditimbulkan oleh tindakan membakar lahan, jerami, atau sampah di sekitar jalur KA. Terutama karena sebagian besar jalur KA di wilayah Daop 7 melewati area persawahan dan perkebunan. Saat musim kemarau seperti sekarang, material kering dan angin kencang dapat membuat api dengan mudah menyebar menuju area jalur KA.

Dijelaskan oleh Tohari, jika terjadi kebakaran atau asap tebal di sekitar jalur KA, masinis yang melintas harus segera mengambil langkah preventif dengan mengurangi kecepatan atau bahkan menghentikan perjalanan secara luar biasa (BLB). Langkah darurat ini diperlukan untuk memastikan keselamatan rangkaian kereta api, penumpang, serta fasilitas operasional dari dampak kebakaran.

“Keselamatan merupakan prioritas utama dari seluruh operasional KAI. Seiring dengan prosedur yang telah ditetapkan, masinis yang menemukan potensi bahaya kebakaran akan segera melaporkan kejadian tersebut kepada Pusat Pengendali Perjalanan Kereta Api (Pusdal). Informasi tersebut akan segera disampaikan secara real-time kepada unit pengamanan, fasilitas jalan rel, serta kereta api selanjutnya yang akan melintasi daerah tersebut untuk mengantisipasi risiko lebih lanjut,” jelas Tohari.

Pembakaran jerami, ilalang, dan sampah merupakan ancaman serius yang tidak boleh diremehkan. Selain asap tebal yang dapat mengganggu visibilitas masinis, kobaran api yang cepat menjalar akibat angin kencang berpotensi memicu kejadian fatal jika menyambar bagian lokomotif atau kereta penumpang. Risiko bahaya semakin besar jika yang melintas adalah kereta api barang yang membawa muatan logistik atau bahan yang mudah terbakar.

Sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan, PT KAI Daop 7 Madiun terus melakukan patroli rutin di jalur-jalur yang rentan, melakukan sosialisasi langsung kepada kelompok tani dan warga di sekitar rel, serta menyiagakan alat pemadam api ringan (APAR) di pos-pos penjagaan. KAI juga siap mengambil langkah hukum tegas sesuai dengan Undang-Undang No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian terhadap siapa pun yang dengan sengaja melakukan aktivitas yang membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.

” Kami mengharapkan kerja sama, kesadaran, dan kepedulian yang tinggi dari seluruh masyarakat. Kami mengingatkan agar tidak membakar ilalang, lahan, atau jerami sisa panen, karena angin kencang selama musim kemarau dapat menyebabkan kobaran api menjalar ke jalur KA dengan cepat. Mari bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab kita bersama. Semoga dengan menjaga lingkungan sekitar rel kereta api, kita dapat menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman bagi semua pengguna kereta api. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya,” pungkas Tohari.