Dalam cerita rakyat, Ki Buyut Jakso dikisahkan mendobrak batu raksasa yang menghalangi jalan. Istilah watu didodol (batu yang dibongkar atau dipecahkan) itulah yang diyakini menjadi asal-usul nama kawasan Watu Dodol.
Legenda Ki Buyut Jakso ini abadi berkat tradisi Puter Kayun yang dirawat oleh masyarakat Boyolangu. Setiap tanggal 10 Syawal (lebaran ketupat), warga berbondong-bondong melakukan napak tilas menuju Pantai Watu Dodol menggunakan dokar atau kereta kuda tradisional sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah menetapkan Puter Kayun sebagai salah satu warisan tradisi resmi yang terus dilestarikan.

