Menurutnya, persoalan pertanian tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan air. Regenerasi petani juga menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian di tengah perubahan teknologi dan pola usaha.
Karena itu, Guntur mendorong petani muda mulai melihat peluang pertanian dengan pendekatan yang lebih modern. Ia mencontohkan budidaya hidroponik dan melon premium sebagai salah satu model usaha yang memiliki peluang untuk dikembangkan.
“Anak muda mulai bosan dengan sistem tradisional yang sudah tidak menarik lagi. Oleh karena itu, kami memberikan saran kepada para petani muda untuk melihat potensi yang menarik seperti budidaya hidroponik melon premium ini,” katanya.
Guntur menilai pengembangan petani muda tidak cukup hanya dengan menyediakan teknologi. Pengetahuan mengenai budidaya, akses pendanaan melalui lembaga keuangan, serta kepastian pemasaran juga diperlukan agar kegiatan pertanian dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Blitar, Suwito Saren Satoto, mengatakan forum tersebut menjadi sarana untuk mempertemukan aspirasi petani dengan pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan sektor pertanian.
Menurut Suwito, berbagai masukan yang disampaikan Gapoktan dapat diteruskan melalui Dinas Pertanian maupun jajaran penyuluh hingga tingkat lapangan. Salah satu persoalan yang turut menjadi perhatian adalah kebutuhan sosialisasi mengenai pupuk subsidi.
Untuk persoalan pengairan, Suwito menyebut terdapat potensi sekitar 15 hektare lahan sawah yang dapat memperoleh tambahan pasokan air apabila salah satu bendungan sungai ditinggikan.
Ia menilai koordinasi antara Dinas Pertanian Kabupaten Blitar dan pemerintah provinsi diperlukan agar berbagai usulan petani dapat ditindaklanjuti berdasarkan kondisi masing-masing wilayah.
Selain pembangunan infrastruktur pengairan, petani juga didorong menggunakan varietas padi yang memiliki daya tahan terhadap kondisi kekeringan. Langkah tersebut menjadi salah satu upaya adaptasi untuk menjaga produktivitas pertanian ketika ketersediaan air mengalami keterbatasan.

