PatriaPos.Com, Blitar– Bupati Blitar, Rijanto, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden penjarahan dan pembakaran yang melanda Gedung DPRD Kabupaten Blitar, Senin (1/9/2025).
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (30/8) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Sekelompok massa merangsek masuk secara bergelombang dan melakukan aksi anarkis.
Tidak hanya menjarah, massa juga merusak berbagai fasilitas gedung. Sejumlah barang seperti AC, televisi, komputer, laptop, hingga peralatan lainnya dilaporkan hilang.
Beberapa arsip penting turut terbakar, sementara api yang melalap sebagian ruangan menyebabkan kerusakan parah pada gedung wakil rakyat tersebut.
Bupati Rijanto menegaskan, insiden itu bukan sekadar penjarahan, melainkan bentuk anarkisme yang harus ditindak tegas.
“Peristiwa ini bukan unjuk rasa ataupun penyampaian aspirasi, melainkan tindakan anarkis yang merugikan masyarakat secara luas. Gedung DPRD adalah milik publik, dan kerusakan ini jelas menyakiti kepentingan rakyat Blitar,” ujar Rijanto.
Ia mengimbau masyarakat Blitar untuk tidak terprovokasi ataupun mengikuti gelombang aksi serupa yang kini merebak ke berbagai daerah.
“Saya berharap peristiwa ini menjadi yang terakhir. Meski imbasnya saat ini dirasakan hingga tingkat nasional, warga Blitar harus tetap tenang dan tidak ikut arus,” tegasnya.
Selain itu, Rijanto mendorong para anggota dewan agar segera bangkit dan membenahi kerusakan yang ada. Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Blitar kini berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
Menurutnya, sebagian pelaku diduga berasal dari luar wilayah Blitar.
“Saya percaya masyarakat Blitar dikenal santun, tertib, dan taat aturan,” ujarnya.
Menanggapi isu bahwa insiden ini turut dipicu oleh sikap sebagian politisi, Rijanto mengingatkan agar para pejabat publik berhati-hati dalam bertutur kata maupun bersikap.
“Saya mengimbau agar politisi tidak melontarkan pernyataan yang bisa memicu emosi massa ataupun memamerkan gaya hidup berlebihan. Hal semacam itu dapat menimbulkan kecemburuan dan memperkeruh keadaan,” katanya.
Di tengah situasi yang masih genting, Rijanto menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas daerah demi kelangsungan pembangunan.
“Mari kita bersama-sama menjaga Blitar tetap aman dan damai. Jangan mudah terprovokasi yang dapat memecah belah persatuan,” pungkasnya.





