Dalam konteks simbolisme Jawa Kuno, kisah tersebut kerap dikaitkan dengan pembebasan dan penyucian.
Karena itu, keberadaan unsur Garuda pada sejumlah candi dapat menjadi petunjuk untuk memahami kemungkinan fungsi ritual bangunan tersebut. Candi Miri Gambar pun kemudian dikaitkan dengan dugaan adanya kegiatan penyucian atau ritual tertentu.
Namun, dugaan mengenai fungsi khusus tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Keberadaan satu unsur relief tidak cukup untuk memastikan fungsi sebuah bangunan secara keseluruhan.
Pernah Terancam Rusak
Candi Miri Gambar juga mempunyai cerita panjang dalam upaya pelestariannya.
Diketahui bahwa tidak jauh dari Candi Miri Gambar pernah terdapat situs lain yang dikenal sebagai Candi Tuban. Situs tersebut mengalami kerusakan dan akhirnya dibongkar pada sekitar 1967.
Kondisi itu menunjukkan bahwa keberadaan bangunan kuno pada masa lalu tidak selalu mendapatkan perhatian yang sama seperti sekarang. Sebagian masyarakat pada masa itu bahkan menganggap keberadaan struktur candi mengganggu aktivitas karena lokasi yang rendah dan rawan tergenang air.
Candi Miri Gambar sendiri dapat bertahan karena adanya upaya perlindungan dari masyarakat setempat. Keberadaan penjaga serta perhatian terhadap kondisi bangunan membuat situs tersebut tidak mengalami nasib yang sama.
Pemugaran kemudian dilakukan untuk menjaga struktur candi yang mengalami kerusakan dan kemiringan. Dalam proses pelestarian, bagian-bagian yang masih dapat dikenali ditata kembali, sementara bagian yang sudah rusak diperkuat menggunakan material baru yang disesuaikan dengan bentuk aslinya.

