PatriaPos Indonesia | Portal Media Independen Terkini & Terpercaya

Guntur Wahono Ajak Kader PDIP Blitar Perkuat Ideologi Pancasila dan Respons Aspirasi Masyarakat

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Guntur Wahono saat sesi tanya jawab dengan para kader partai di Hotel Grand Mansion 2, Kanigoro, Kabupaten Blitar, Senin (27/10/2025).
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Guntur Wahono saat sesi tanya jawab dengan para kader partai di Hotel Grand Mansion 2, Kanigoro, Kabupaten Blitar, Senin (27/10/2025).

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Guntur Wahono, kembali menegaskan pentingnya memperkuat pemahaman ideologi Pancasila di kalangan kader partai. Penegasan itu disampaikannya saat membuka kegiatan Sosialisasi Penguatan Ideologi Pancasila bagi generasi muda dan kader PDI Perjuangan yang digelar di Hotel Grand Mansion 2, Kanigoro, Kabupaten Blitar, Senin (27/10/2025).

Acara tersebut diikuti oleh jajaran pengurus partai mulai dari tingkat Ranting hingga Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Sutojayan. Kegiatan berlangsung hangat dengan sesi diskusi dan penyampaian aspirasi yang menggambarkan semangat kader di akar rumput.

Dalam sambutannya, Guntur menekankan bahwa penguatan nilai-nilai Pancasila bukan hanya seremonial belaka, melainkan pondasi utama dalam menjaga arah perjuangan partai.

“Tanpa penghayatan terhadap nilai-nilai Pancasila, perjuangan politik bisa kehilangan makna gotong royong dan kebersamaan yang menjadi dasar partai ini. Karena itu, setiap kader perlu memiliki pijakan ideologis yang kokoh,” ujar Guntur.

Selain membahas ideologi, forum ini juga membuka ruang dialog antara kader dan wakil rakyat. Sejumlah usulan muncul dari peserta, mulai dari penanganan bencana alam, peningkatan kesejahteraan kader, hingga perhatian terhadap pelestarian budaya lokal.

Salah satu aspirasi disampaikan oleh perwakilan PAC Sutojayan yang menyoroti pentingnya sarana transportasi untuk kesiapsiagaan bencana. Mereka berharap partai dapat membantu penyediaan kendaraan operasional yang bisa dimanfaatkan dalam kondisi darurat.

Menanggapi hal itu, Guntur memastikan aspirasi tersebut akan ditindaklanjuti melalui mekanisme yang tepat.

“Kader di lapangan punya semangat besar membantu masyarakat ketika terjadi bencana. Kebutuhan kendaraan tanggap darurat akan kita upayakan agar bisa menunjang kegiatan sosial partai,” ungkapnya.

Selain isu kebencanaan, Guntur juga menyoroti soal kesejahteraan kader. Menurutnya, perjuangan politik tidak bisa lepas dari kesejahteraan individu yang menjalankan roda organisasi di lapangan.

“Partai ini tumbuh dari semangat gotong royong. Maka sudah sewajarnya kesejahteraan kader menjadi bagian dari tanggung jawab bersama. Kita dorong mereka mengembangkan ekonomi produktif agar mandiri dan tidak bergantung,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, pengurus PAC Sutojayan, Budi Santoso, juga menyampaikan keluhannya terkait kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap kelompok seni tradisional Jaranan Kyai Pradah Ngasingan dari Kelurahan Sukorejo. Kelompok yang berdiri sejak 1921 ini telah menorehkan prestasi nasional namun kini menghadapi keterbatasan fasilitas.

Guntur merespons positif aspirasi tersebut. Ia berjanji akan memperjuangkan dukungan melalui Inisiatif Strategis Daerah Prioritas (ISDP) 2026–2027, agar kelompok seni lokal mendapatkan ruang lebih luas untuk berkembang.

Di sisi lain, sejumlah kader juga mendorong adanya program yang memperkuat kerja sama antarstruktur partai dan masyarakat, terutama dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi.

Guntur menegaskan, kegiatan seperti ini bukan hanya ajang konsolidasi, melainkan bentuk nyata kepedulian partai terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat bawah.

“Saya ingin seluruh struktur partai dari PAC, Ranting, hingga Anak Ranting tidak hanya menjadi penonton. Mereka harus hadir di tengah rakyat dan menjadi bagian dari solusi atas setiap masalah yang dihadapi warga,” tutupnya.