Home / Politik & Pemerintahan / PDIP Kabupaten Blitar Pacu Konsolidasi Anak Ranting, Pendidikan Politik Disiapkan Jadi Bekal Menuju 2029

PDIP Kabupaten Blitar Pacu Konsolidasi Anak Ranting, Pendidikan Politik Disiapkan Jadi Bekal Menuju 2029

File 0000000044a081fa9fc145705dd5f5d6 copy 1200x800
Guntur Wahono saat menyampaikan pembekalan kepada para pengurus partai di Blitar, Rabu (2/9/2026).

BLITAR – Konsolidasi organisasi hingga tingkat paling bawah mulai menjadi perhatian khusus bagi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar menjelang Pemilu 2029.

Selain mengejar penyelesaian pembentukan anak ranting di seluruh dusun dan dukuh, partai menilai pembekalan politik sangat diperlukan agar struktur yang telah dibentuk tidak berhenti pada urusan administrasi, melainkan mampu menjalankan fungsi politiknya secara aktif di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Anggota Fraksi PDIP DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, dalam kegiatan sosialisasi bertema “Transformasi Pendidikan Politik dan Hukum dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Pro Rakyat” di Grand Mansion Hotel II Kanigoro, Kabupaten Blitar, Rabu (2/9/2026).

Menurut Guntur, kerja organisasi di Kabupaten Blitar saat ini diarahkan penuh untuk menuntaskan struktur anak ranting. Musyawarah anak ranting ditargetkan selesai pada rentang 1 Agustus hingga 30 September 2026 di seluruh wilayah Kabupaten Blitar.

Ia menyebutkan bahwa struktur partai di tingkat PAC telah dituntaskan di 22 kecamatan yang mencakup 248 desa dan kelurahan. Setelah proses pembentukan anak ranting selesai, para kader di tingkat akar rumput akan mendapatkan legalitas berupa SK sekaligus pembekalan mengenai tugas dan tanggung jawab mereka.

Bagi Guntur, esensi konsolidasi ini bukan hanya seberapa banyak struktur yang berhasil dibentuk secara formal. Lebih dari itu, kader di tingkat bawah harus memahami alasan keberadaan mereka dan mampu membaca persoalan yang muncul di lingkungan masing-masing.

“Setelah mendapatkan SK dan legalitas, tentu para pengurus perlu memahami tugas dan tanggung jawabnya. Karena itu, pembekalan ini penting agar mereka memiliki pemahaman yang sama dan dapat menjalankan kepengurusan dengan baik sesuai arah serta tujuan partai,” ujar Guntur.

Guntur juga menekankan bahwa kader dan anggota legislatif didorong untuk lebih intens turun ke lapangan. Komunikasi dua arah dengan masyarakat sangat diperlukan agar partai tidak kehilangan informasi mengenai persoalan yang membutuhkan perhatian maupun pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.

“Jangan sampai ada persoalan di masyarakat, kita sebagai orang politik malah tidak tahu. Tugas kita adalah memperjuangkan apa yang menjadi persoalan-persoalan rakyat,” tegasnya.

Selain itu, Guntur menilai pandangan sebagian generasi muda yang menganggap politik identik dengan perebutan kekuasaan perlu dijawab secara konkret. Caranya adalah dengan memberikan pemahaman mengenai fungsi nyata partai dan lembaga politik dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Anak-anak muda perlu melihat bahwa politik tidak hanya soal kekuasaan. Ada banyak hal yang bisa dilakukan melalui partai politik, terutama bagaimana memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat. Karena itu, pemahaman seperti ini penting untuk terus kita berikan,” ujar Guntur.

IMG 20260902
Doc. Foto

Kegiatan ini diikuti oleh unsur KSB (Ketua, Sekretaris, Bendahara) dan Wakil Ketua Bidang (Wakabid) PAC PDI Perjuangan dari 11 kecamatan di Kabupaten Blitar, meliputi Kecamatan Bakung, Binangun, Kademangan, Kanigoro, Panggungrejo, Ponggok, Sutojayan, Udanawu, Wates, Wonodadi, dan Wonotirto.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Blitar, Sugeng Suroso, menambahkan bahwa para peserta mengikuti materi dengan sangat baik dan diharapkan mampu menerapkannya secara langsung saat kembali berinteraksi dengan masyarakat.

Menurut Sugeng, materi yang diberikan tidak hanya menyangkut pendidikan politik, tetapi juga manajemen pengorganisasian serta langkah strategis pemenangan pemilu. Pembekalan ini dinilai krusial agar seluruh kader memiliki frekuensi dan pemahaman yang sama dalam menjalankan tugas organisasi.

“Harapan kami ke depan, materi yang kami sampaikan ini betul-betul bisa diresapi dan dicerna. Kemudian, teman-teman bisa mengimplementasikannya ke masyarakat sehingga target dan tujuan besar kita nanti bisa tercapai dengan baik,” pungkas Sugeng.