BLITAR – Kegiatan Aspirasi Masyarakat (ASMAS) Anggota DPR RI Romy Soekarno di Kota Blitar, Sabtu (20/6/2026), menjadi momentum untuk menyerap sekaligus memperjuangkan berbagai kebutuhan masyarakat.
Selain mendengarkan aspirasi, legislator PDI Perjuangan tersebut juga membawa solusi konkret, mulai dari upaya menekan angka putus sekolah hingga mendorong modernisasi pengelolaan lingkungan berbasis teknologi.
Agenda ASMAS yang digelar bersama para kader di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Blitar itu menyoroti sejumlah persoalan yang dihadapi saat ini, mulai dari kebutuhan alat pendukung usaha, anggaran pendidikan, hingga pengelolaan sampah.
Dalam forum tersebut, Romy mengaku banyak menerima berbagai keluhan dan usulan langsung dari masyarakat. Menurutnya, berbagai persoalan yang disampaikan warga akan menjadi bahan yang dibawanya ke DPR RI untuk diperjuangkan dalam pembahasan program dan anggaran pada tahun mendatang.
“Tadi saya mendengarkan aspirasi masyarakat terkait berbagai problematika yang ada di lapangan. Ada kebutuhan alat untuk usaha masyarakat, persoalan anggaran pendidikan, hingga masalah pengelolaan sampah. Aspirasi-aspirasi ini akan kami bawa dan perjuangkan di DPR,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Romy juga menyalurkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada ribuan pelajar di wilayah Blitar Raya. Pada tahap pertama, bantuan pendidikan yang diperjuangkannya di Senayan menjangkau sekitar 2.500 siswa. Ia memastikan pengawalan kuota tersebut akan terus berlanjut pada tahap berikutnya.
Bantuan PIP disalurkan dengan nominal yang disesuaikan untuk setiap jenjang pendidikan, yakni Rp450.000 untuk SD, Rp750.000 untuk SMP, dan Rp1.800.000 per tahun untuk SMA/SMK. Program ini ditujukan untuk membantu anak-anak dari keluarga rentan miskin yang belum terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sehingga biaya pendidikan tidak menjadi hambatan untuk melanjutkan sekolah.
Menurut Romy, bantuan pendidikan tidak hanya soal jumlah penerima, tetapi juga memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak.
“Saya berharap anak-anak di Blitar dapat memiliki akses pendidikan yang baik, dapat bersekolah, dan menjadi kebanggaan Kota Blitar. Saya ingin melihat anak-anak Indonesia, terutama dari Blitar, memiliki masa depan yang lebih cerah,” katanya.
Selain bidang pendidikan, forum ASMAS juga mengangkat keluhan warga terkait persoalan pengelolaan lingkungan. Berdasarkan data pemantauan daerah, Kota Blitar menghasilkan rata-rata 75 hingga 76 ton sampah per hari. Dari jumlah tersebut, lebih dari 60 ton masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngegong, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, setiap harinya.
Merespons persoalan tersebut, Romy menilai Indonesia sebenarnya telah memiliki teknologi pengolahan sampah yang mampu mengubah limbah menjadi energi maupun produk bernilai ekonomi. Namun, implementasinya masih terkendala birokrasi dan belum meratanya fasilitas pengolahan sampah di daerah.
“Teknologinya sebenarnya sudah ada. Tinggal bagaimana birokrasi bisa menjalankan dan memasang fasilitas pengolahan sampah di berbagai daerah sehingga sampah dapat didaur ulang menjadi listrik atau produk lain yang bermanfaat. Jangan sampai sampah hanya ditimbun tanpa memanfaatkan teknologi yang mumpuni,” ujarnya.
Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis teknologi penting untuk mengurangi beban TPA sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi dari limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Romy juga menegaskan bahwa Indonesia harus mampu menjadi bangsa produsen yang menguasai teknologi, bukan hanya menjadi pasar bagi produk luar negeri. Karena itu, transfer teknologi dan pengembangan inovasi dalam negeri perlu terus didorong untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Kita harus menjadi produsen, bukan hanya pasar. Transfer teknologi itu sangat penting dan akan terus kami dukung di parlemen. Aspirasi masyarakat yang saya terima hari ini juga akan kami perjuangkan dalam pembahasan program tahun depan,” tandasnya.
Rangkaian kegiatan ASMAS ini ditutup dengan keikutsertaan Romy Soekarno dalam rangkaian agenda Bulan Bung Karno 2026, diawali dengan tradisi nyekar di Makam Bung Karno dan dilanjutkan menghadiri Haul Bung Karno ke-56 pada malam harinya.
