BLITAR — DPC PDI Perjuangan Kota Blitar mulai memperkuat fondasi organisasi dari tingkat ranting sebagai bagian dari konsolidasi menghadapi Pemilu 2029. Langkah itu ditandai dengan rapat koordinasi usulan dan penetapan Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) ranting se-Kota Blitar yang digelar di Kantor Sekretariat DPC, Kamis (6/8/2026) malam.
Rapat dihadiri jajaran pengurus DPC, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Blitar, serta pengurus PAC. Forum tersebut menjadi tahapan penting untuk menyelaraskan usulan kepengurusan dari tingkat ranting hingga DPC sebelum ditetapkan struktur inti organisasi yang akan memimpin ranting di seluruh wilayah Kota Blitar.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar, Yudi Meira, mengatakan proses penetapan berlangsung melalui pembahasan bersama terhadap seluruh usulan yang masuk dari PAC maupun ranting. Dari proses itu kemudian ditetapkan tiga nama yang mengisi posisi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara di masing-masing ranting.
“Semua usulan dari DPC, PAC, dan ranting kami akomodasi. Setelah melalui pembahasan, akhirnya ditetapkan nama-nama yang akan menjadi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara ranting. Selanjutnya mereka akan dikukuhkan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 19.00 WIB di Kantor DPC,” kata Yudi.
Menurut dia, penetapan KSB bukan sekadar mengisi struktur organisasi, melainkan bagian dari membangun mesin partai yang solid hingga tingkat paling bawah. Karena itu, seluruh PAC diminta segera menuntaskan penyusunan kepengurusan ranting agar roda organisasi dapat bergerak secara serentak.
Setiap ranting, lanjut Yudi, akan memiliki sembilan pengurus dengan komposisi yang telah ditetapkan partai. Dua orang berasal dari kader senior atau kader militan sebagai penjaga kesinambungan organisasi, tiga orang merupakan kader perempuan, dan empat lainnya berasal dari kalangan Generasi Z. Dari empat kader muda tersebut, sedikitnya satu orang harus merupakan kader perempuan.
Yudi menegaskan, penyusunan struktur itu disesuaikan dengan tantangan politik pada masa mendatang. Partai harus mampu menghadirkan wajah organisasi yang lebih dekat dengan pemilih muda tanpa mengabaikan pengalaman kader senior.
“Pemilu 2029 akan didominasi pemilih Gen Z dan milenial. Jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 62 persen. Karena itu kami meminta seluruh ranting memberi ruang kepada kader muda untuk terlibat dalam kepengurusan. Mereka harus mulai belajar memimpin dan menggerakkan organisasi dari sekarang,” ujarnya.

Selain memperkuat regenerasi, DPC PDI Perjuangan Kota Blitar juga terus mendorong peningkatan peran perempuan dalam kepemimpinan partai. Menurut Yudi, keterwakilan perempuan di tingkat ranting masih perlu diperluas agar proses kaderisasi berlangsung lebih seimbang dan mampu melahirkan lebih banyak pemimpin perempuan di masa mendatang.
Ia menilai, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh figur di tingkat atas, tetapi juga oleh soliditas organisasi di tingkat akar rumput. Karena itu, ranting menjadi ujung tombak yang berhadapan langsung dengan masyarakat sekaligus menjadi ruang pembinaan kader secara berkelanjutan.
Melalui konsolidasi tersebut, DPC PDI Perjuangan Kota Blitar berharap seluruh struktur partai dapat bergerak lebih terorganisasi dan responsif terhadap dinamika masyarakat. Dengan fondasi organisasi yang kuat sejak tingkat ranting, partai menargetkan memiliki mesin politik yang siap bekerja sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat menjelang Pemilu 2029.
