Home / Budaya & Sejarah / Makam Syekh Mudzakir di Tengah Laut Demak, Kisah Ulama dan Jejak Abrasi Pesisir yang Menarik Peziarah

Makam Syekh Mudzakir di Tengah Laut Demak, Kisah Ulama dan Jejak Abrasi Pesisir yang Menarik Peziarah

Pemandangan makam Syekh Abdullah Mudzakir (Mbah Mudzakir) yang berada di tengah perairan pesisir Demak, Jawa Tengah.
Pemandangan makam Syekh Abdullah Mudzakir (Mbah Mudzakir) yang berada di tengah perairan pesisir Demak, Jawa Tengah.

Sosok Mbah Mudzakir dan Perjalanan Dakwahnya

Di balik keunikan lokasinya, makam tersebut merupakan tempat peristirahatan terakhir Syekh Abdullah Mudzakir, seorang ulama yang dikenal dalam sejarah masyarakat pesisir Demak.

Mbah Mudzakir diperkirakan lahir pada 1878 dan wafat pada 1950. Ia disebut lahir dengan nama Juraimi sebelum kemudian dikenal dengan nama Abdullah Mudzakir setelah menunaikan ibadah haji.

Dalam perjalanan menuntut ilmu agama, Mbah Mudzakir disebut pernah belajar kepada sejumlah ulama. Salah satu nama yang berkaitan dengan perjalanan keilmuannya adalah KH Muhammad Sholeh bin Umar atau KH Sholeh Darat dari Semarang.

KH Sholeh Darat dikenal sebagai salah satu ulama penting dalam perkembangan pendidikan Islam di Jawa pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Jaringan keilmuan pesantren pada masa tersebut turut membentuk banyak tokoh agama yang kemudian berpengaruh dalam perkembangan Islam di Nusantara.

Mbah Mudzakir kemudian menetap di kawasan Tambaksari dan mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat. Aktivitas dakwahnya membuat figurnya terus dikenang hingga beberapa generasi setelah wafatnya.

Mbah Mudzakir juga dikenal sebagai sosok ulama yang alim dan diyakini memiliki kelebihan yang diberikan dari Sang Pencipta.

Mengapa Makam Mbah Mudzakir Tetap Bertahan?

Keberadaan makam di tengah kawasan yang terdampak abrasi dan rob menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana tempat tersebut dapat tetap bertahan.

Dari sisi lingkungan, perubahan kawasan Tambaksari berlangsung secara bertahap. Air laut yang masuk ketika pasang dan proses pengikisan daratan membuat lingkungan sekitar makam berubah. Karena itu, kondisi makam saat ini tidak dapat dilepaskan dari proses panjang perubahan pesisir Demak.

Area makam juga mendapatkan perlindungan dan perawatan sehingga keberadaannya tetap terjaga. Upaya tersebut penting mengingat lokasi makam berada di kawasan yang rentan terhadap pengaruh air laut.

Di sisi lain, masyarakat memiliki pemaknaan tersendiri terhadap tetap bertahannya makam tersebut. Sebagian peziarah mengaitkannya dengan karomah Mbah Mudzakir.

Ziarah dan Tradisi Masyarakat

Makam Mbah Mudzakir hingga kini menjadi salah satu tujuan ziarah religi di Kabupaten Demak. Peziarah datang dari berbagai daerah dengan latar belakang dan tujuan yang beragam.

Sebagian datang untuk berdoa, melakukan tawasul, mengenang jasa tokoh agama, mencari ketenangan, ataupun mengikuti tradisi keluarga yang telah dilakukan secara turun-temurun.

Dalam tradisi masyarakat Jawa, kegiatan berkunjung ke makam sering disebut nyekar. Tradisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan perjalanan menuju tempat pemakaman, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenang orang yang telah meninggal sekaligus mengingat bahwa kehidupan manusia memiliki batas. Kegiatan keagamaan di Makam Mbah Mudzakir biasanya diisi dengan
pembacaan tahlil, zikir, Al-Qur’an dan doa.

Traktir Kopi Penulis

Suka dengan tulisan Dwi Lestari? Dukung penulis dengan secangkir kopi.

×

Traktir Kopi Dwi Lestari

Nominal dukungan: Rp10.000

QRIS Traktir Kopi Dwi Lestari

Scan QRIS menggunakan DANA atau aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS. Masukkan nominal sesuai pilihan di atas.

Download QRIS
×

Traktir Kopi Dwi Lestari

Nominal dukungan: Rp20.000

QRIS Traktir Kopi Dwi Lestari

Scan QRIS menggunakan DANA atau aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS. Masukkan nominal sesuai pilihan di atas.

Download QRIS
×

Traktir Kopi Dwi Lestari

Nominal dukungan: Rp30.000

QRIS Traktir Kopi Dwi Lestari

Scan QRIS menggunakan DANA atau aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS. Masukkan nominal sesuai pilihan di atas.

Download QRIS
×

Traktir Kopi Dwi Lestari

Nominal dukungan: Rp40.000

QRIS Traktir Kopi Dwi Lestari

Scan QRIS menggunakan DANA atau aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS. Masukkan nominal sesuai pilihan di atas.

Download QRIS
×

Traktir Kopi Dwi Lestari

Nominal dukungan: Rp50.000

QRIS Traktir Kopi Dwi Lestari

Scan QRIS menggunakan DANA atau aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS. Masukkan nominal sesuai pilihan di atas.

Download QRIS