PatriaPos Indonesia | Portal Media Independen Terkini & Terpercaya

Kaisar Qianlong Tiongkok dengan 3 Permaisuri dan 40 Selir: Dari Puncak Kejayaan Hingga Tragedi Makam Yuling

Potret Kaisar Qianlong dengan jubah kekaisaran kuning berhias naga, melambangkan kemegahan dan kekuasaan Dinasti Qing. Sumber: Palace Museum, Beijing (Public Domain, Wikimedia Commons)
Potret Kaisar Qianlong dengan jubah kekaisaran kuning berhias naga, melambangkan kemegahan dan kekuasaan Dinasti Qing. Sumber: Palace Museum, Beijing (Public Domain, Wikimedia Commons)

Kerusakan Lanjutan dan Misteri yang Belum Terpecahkan

Kerusakan akibat penjarahan ternyata hanyalah awal. Pada 1970-an, tim arkeolog yang mencoba membersihkan ruang bawah tanah menemukan kondisi yang memilukan. Air merembes masuk, merusak struktur bangunan.

Peti mati Qianlong tersangkut di pintu masuk, menyulitkan proses identifikasi jenazah. Banyak artefak yang sudah hancur, dan suasana ruang bawah tanah penuh kesuraman.

40 peti mati dari istri Qianlong turut hilang. Dari puluhan itu, hanya empat peti mati yang ditemukan, milik Qianlong sendiri, selir Ling (ibu dari Kaisar Jiaqing), permaisuri Fucha (cinta pertamanya), dan selir agung Chunhui (selir kesayangannya).

Kasus Perampokan Pertama di Makam Timur

Peristiwa penjarahan makam Qianlong dikenal di Tiongkok sebagai “Kasus Perampokan Pertama di Makam Timur” (东陵第一盗案).

Julukan ini menandai betapa besar skala peristiwa tersebut, tidak hanya dari sisi penghinaan terhadap simbol kekaisaran, tetapi juga dari kerugian budaya yang tak ternilai.

Media dan literatur Tiongkok sering menggambarkannya sebagai noda besar dalam sejarah, karena artefak yang hilang tidak pernah kembali.

Banyak harta berharga yang kemungkinan besar kini beredar di pasar gelap internasional atau hilang selamanya.