Home / Pendidikan / Lulusan SMK dan Perguruan Tinggi di Blitar Hadapi Tantangan Masuk Dunia Kerja, Ini Datanya

Lulusan SMK dan Perguruan Tinggi di Blitar Hadapi Tantangan Masuk Dunia Kerja, Ini Datanya

Data ketenagakerjaan Kabupaten Blitar menunjukkan TPT turun dari 4,77 persen pada 2024 menjadi 4,49 persen pada 2025.
Data ketenagakerjaan Kabupaten Blitar menunjukkan TPT turun dari 4,77 persen pada 2024 menjadi 4,49 persen pada 2025.

Angka tersebut bukan berarti seluruhnya merupakan lulusan baru atau seluruhnya sedang mencari pekerjaan untuk pertama kali. Data tersebut menunjukkan jumlah penduduk yang masuk kategori pengangguran berdasarkan tingkat pendidikan terakhir yang ditamatkan.

Tantangan Bukan Sekadar Ketersediaan Pekerjaan

Persoalan masuk ke dunia kerja juga berkaitan dengan kesesuaian kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan.

Dalam laporan kinerjanya, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar mencatat salah satu hambatan dalam penempatan tenaga kerja adalah masih adanya pencari kerja yang belum memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya tantangan dalam mempertemukan kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Bagi lulusan SMK, kondisi ini menjadi perhatian karena pendidikan kejuruan diarahkan untuk membekali peserta didik dengan keterampilan yang dapat digunakan di dunia kerja.

Sementara bagi lulusan perguruan tinggi, gelar pendidikan juga belum selalu menjadi jaminan seseorang langsung memperoleh pekerjaan apabila tidak diikuti keterampilan, pengalaman, maupun kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Pekerjaan Formal Masih Terbatas

Data BPS juga menunjukkan bahwa pekerja formal masih menjadi bagian yang lebih kecil dari keseluruhan penduduk bekerja di Kabupaten Blitar.

Pada Agustus 2025, pekerja formal tercatat sebesar 32,04 persen dari penduduk yang bekerja.

Dengan demikian, sekitar 67,96 persen penduduk yang bekerja berada di sektor informal.

Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran struktur pasar kerja di Kabupaten Blitar. Bagi pencari kerja yang mengincar pekerjaan formal, persaingan dan persyaratan yang dibutuhkan perusahaan menjadi salah satu tantangan yang perlu dihadapi.

Di sisi lain, pekerjaan informal juga menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat dan menjadi sumber penghasilan bagi banyak pekerja.

Kompetensi Menjadi Faktor Penting

Kondisi tersebut membuat peningkatan kompetensi menjadi salah satu aspek penting dalam menghadapi pasar kerja.

Pelatihan, sertifikasi kompetensi, pengalaman kerja, pemagangan, hingga kemampuan menggunakan teknologi dapat menjadi modal tambahan bagi pencari kerja.

Bagi lulusan SMK dan perguruan tinggi, tantangannya bukan hanya mendapatkan ijazah, tetapi juga memastikan kompetensi yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.