BLITAR– Jenazah Reyner Fausta Yosilianto (22), korban meninggal dalam insiden KM Virgo Transport 8, akhirnya dimakamkan di kampung halamannya, Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar pada Selasa (15/9/2026).
Awalnya, keluarga berencana untuk membawa jenazah Reyner pulang ke rumah duka di Dusun Claket, Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Namun, keluarga kemudian memutuskan untuk mengubur Reyner di Blitar, tanah kelahirannya.
Keputusan ini diambil setelah keluarga telah mendapat identifikasi resmi mengenai Reyner. Dengan bantuan pemeriksaan sidik jari, pemuda berusia 22 tahun itu berhasil diidentifikasi.
Informasi mengenai identifikasi itu disampaikan kepada keluarga pada hari Minggu pagi. Sebelumnya, keluarga telah mencari tahu mengenai keberadaan korban melalui media sosial.
Meskipun jenazah Reyner sudah dimakamkan, keluarga masih menantikan keberadaan kakaknya, Susanto, yang juga ikut dalam perjalanan bersama Reyner namun belum ditemukan.
Kedua saudara tersebut berangkat bersama membawa makanan ringan dari Lamongan menuju Banjarmasin menggunakan truk. Reyner turut membantu kakaknya yang sudah berpengalaman dalam pengiriman barang antardaerah.
Menurut ibu Reyner, Wiwik Susiani, putranya baru sekitar satu bulan terlibat dalam pekerjaan tersebut. Perjalanan ini juga baru kali ketiga Reyner ikut bersama kakaknya dalam tugas tersebut.
” Kakaknya sudah sering bekerja seperti itu, tetapi adiknya baru satu bulan ini mulai ikut kakaknya. Ini baru yang ketiga kalinya adiknya ikut.“, kata Wiwik.
Komunikasi keluarga dengan Reyner dan Susanto terputus sekitar pukul 03.30 hingga 04.00. Setelah itu, keduanya tidak lagi dapat dihubungi.
” Pada sekitar pukul 03.30 atau 04.00 pagi, ia sudah kehilangan kontak. Tidak dapat dihubungi,” ujarnya.
Reyner Fausta Yosilianto, yang berusia 22 tahun, dikenal meninggalkan seorang istri dan seorang anak berusia delapan bulan. Kabar pasti mengenai jenazahnya menjadi pukulan berat bagi keluarga yang harus menghadapi kerugian bersamaan dengan ketidakpastian atas keberadaan Susanto.
Pemakaman Reyner di Desa Krisik menandai akhir dari perjalanan hidup seorang pemuda yang bekerja keras dan membantu kakaknya mencari nafkah. Namun, bagi keluarga, proses berduka ini belum berakhir sepenuhnya.
Mereka terus menanti hasil pencarian Susanto. Keluarga berharap tim pencarian segera dapat menemukan keberadaan Susanto sehingga mereka dapat mengetahui keadaan anggota keluarga yang masih belum ditemukan hingga saat ini.
“Kami berharap upaya pencarian segera membuahkan hasil dan memberikan kabar baik kepada keluarga,” pungkas Wiwik.
