BLITAR – Peran pers di Blitar Raya kini melampaui batas-batas ruang redaksi. Tidak sekadar membingkai fakta atau mengabarkan kebenaran, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Blitar Raya membuktikan bahwa jurnalis bisa menjadi motor penggerak peradaban yang optimis.
Melalui kolaborasi kemanusiaan bertajuk Senyum Lebaran ini, IJTI Blitar Raya menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Blitar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, serta PT Rejoso Manis Indo (RMI) untuk mengajak 100 anak yatim piatu dari pelosok desa berbelanja baju baru dan perlengkapan sekolah pada Rabu (11/03/2026).
Kegiatan tahun ini terasa lebih istimewa. Pasalnya, jumlah penerima manfaat meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2025 yang hanya berjumlah 50 anak. Sinergi lintas sektor ini menjadi potret nyata bagaimana pilar keempat demokrasi, lembaga filantropi, pemerintah, dan sektor swasta bergerak bersama demi kemanusiaan.
Di balik deretan baju lebaran dan tas sekolah baru, IJTI Blitar Raya membawa misi besar: memastikan anak-anak yang telah kehilangan orang tua tetap memiliki memori masa kecil yang indah.
Ketua IJTI Blitar Raya, Robby Ridwan, menegaskan pentingnya menanamkan rasa percaya diri kepada generasi penerus, meskipun mereka sedang dalam kondisi kurang beruntung.
“Ini agenda rutin kami. Kami ingin ambil peran sebagai pihak yang menumbuhkan optimisme. Anak-anak inilah yang akan memelihara negeri ini di masa depan, termasuk menjadi penerus tongkat estafet dunia jurnalistik,” ujar Robby di sela-sela pendampingan belanja.
Robby juga menyentil realita profesi pers saat ini. “Meskipun pers di Indonesia terkadang belum sepenuhnya dihargai, kami ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti peduli. Dengan kerja keras dan kolaborasi bersama Pemkab Blitar serta PT RMI, niat baik ini bisa terwujud secara masif.”
Kekuatan kegiatan tahun ini tak lepas dari sokongan strategis Pemkab Blitar dan PT Rejoso Manis Indo (RMI). Kehadiran perusahaan industri gula besar di Blitar ini memberikan suntikan energi luar biasa dalam memperluas jangkauan bantuan hingga ke pelosok-pelosok desa yang sulit terjangkau.
Setiap anak diberikan alokasi belanja sebesar Rp400.000. Anggaran tersebut membebaskan mereka memilih sendiri baju lebaran yang diinginkan, sekaligus melengkapi kebutuhan sekolah guna menunjang pendidikan mereka ke depan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Blitar, H. Achmad Lazim, mengapresiasi inisiatif para jurnalis yang mampu menyatukan berbagai elemen, mulai dari pemerintah hingga korporasi seperti PT RMI.
“Kami sangat bersyukur. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap anak yatim adalah tanggung jawab kolektif. BAZNAS hadir memastikan amanah muzakki sampai, dan dukungan dari Pemkab serta RMI membuat cakupan kebahagiaan ini meluas. Harapan kami, di Hari Raya nanti, tidak ada air mata kesedihan di pelosok Blitar, yang ada hanya tawa bahagia karena mereka merasa dicintai,” pungkas Lazim.
Aksi nyata ini mengirimkan pesan kuat bagi publik di Blitar Raya: bahwa kebahagiaan sejati tidak diukur dari apa yang kita simpan, melainkan dari seberapa besar kebermanfaatan yang kita berikan untuk menjaga mimpi-mimpi kecil anak bangsa agar tetap menyala.
