Divisi flyweight UFC dipenuhi petarung dengan kemampuan yang sangat lengkap. Kecepatan, stamina, grappling, dan kemampuan bertahan menjadi faktor penting karena kesalahan kecil bisa mengubah jalannya pertandingan.
Bilal sendiri masih harus membuktikan konsistensinya menghadapi lawan dengan level yang semakin tinggi.
Kemenangan atas Rojas memang menjadi awal yang bagus. Namun, tantangan sebenarnya baru akan terlihat ketika ia mulai bertemu petarung yang sudah memiliki pengalaman panjang di UFC.
Karena itu, rekor 10-0 sebaiknya dilihat sebagai modal awal, bukan jaminan bahwa Bilal akan langsung menjadi juara.
Justru di sinilah menariknya perjalanan petarung muda tersebut.
Dari Petarung Berdarah Indonesia Menjadi Prospek UFC
Dalam waktu kurang dari tiga pekan setelah mendapatkan kontrak UFC, Bilal sudah kembali masuk Octagon untuk menjalani debutnya. Ia mampu mengalahkan Rojas melalui KO/TKO dan mempertahankan rekor sempurnanya.
UFC juga mencatat bahwa Bilal baru menjalani karier profesional sejak Desember 2022. Dari sembilan kemenangan sebelum debut UFC, delapan di antaranya berakhir dengan KO/TKO atau submission, dan ia hanya sekali bertarung hingga keputusan juri.
Angka tersebut menjelaskan mengapa namanya mulai mendapatkan perhatian.
Namun, perjalanan menuju puncak kelas flyweight tidak akan mudah. Bilal masih harus melewati banyak petarung dengan pengalaman, kemampuan grappling, serta daya tahan yang sudah teruji di level UFC.
Yang jelas, satu hal sudah berhasil ia lakukan.
Bilal Hasan telah membuat debutnya di UFC dengan cara yang sulit dilupakan.
