PatriaPos.Com – Ada satu nama yang belakangan mulai ramai diperbincangkan di kelas flyweight UFC. Bukan karena banyak bicara atau punya nama besar sejak awal, tetapi karena cara Bilal Hasan menyelesaikan pertarungan benar-benar sulit diabaikan. Petarung yang memiliki darah Indonesia ini datang ke panggung UFC dengan modal rekor sempurna dan langsung memberikan pernyataan keras kepada para pesaingnya.
Bilal tidak membutuhkan waktu lama untuk membuat penggemar MMA memperhatikannya. Setelah mendapatkan kontrak UFC lewat penampilan impresif di Dana White’s Contender Series, ia langsung menjalani debut di Shanghai, China. Hasilnya pun sesuai dengan reputasi yang sudah dibangunnya: kemenangan KO/TKO.
Yang membuat perjalanan Bilal semakin menarik adalah latar belakangnya. Ia membawa identitas Indonesia melalui julukan “The IndoNinja”, sementara gaya bertarungnya dibentuk sejak usia sangat muda. Perpaduan taekwondo, striking, wrestling, serta pengalaman di level MMA profesional membuat Bilal menjadi salah satu prospek yang menarik untuk diikuti.
Kini, pertanyaannya bukan lagi apakah Bilal mampu bersaing di UFC. Pertanyaan yang lebih besar adalah seberapa jauh petarung 25 tahun ini bisa melangkah di divisi flyweight?
Debut UFC Berakhir dengan KO
Bilal Hasan menjalani debut UFC pada 29 Agustus 2026 dalam UFC Fight Night di Shanghai. Ia menghadapi petarung Chile, Nilson Rojas.
Pertandingan tersebut berlangsung cukup singkat. Bilal akhirnya menghentikan Rojas melalui KO/TKO pada ronde kedua, tepatnya pada waktu 2 menit 28 detik. Hasil tersebut membuat catatan profesional Bilal menjadi 10 kemenangan tanpa kekalahan. Dari 10 kemenangan itu, delapan di antaranya diraih melalui KO/TKO.
Statistik tersebut tentu bukan angka biasa.
Artinya, sebagian besar kemenangan Bilal berakhir sebelum juri harus menentukan pemenang. Ia hanya satu kali memenangkan pertarungan melalui keputusan dan memiliki satu kemenangan melalui submission.
Namun, perjalanan menuju angka 10-0 tersebut tidak datang secara instan.
Dari Contender Series, Bilal Langsung Dapat Tiket UFC
Sebelum tampil di Shanghai, Bilal terlebih dahulu harus melewati salah satu panggung penting bagi calon bintang UFC, Dana White’s Contender Series.
Pada 11 Agustus 2026, Bilal menghadapi petarung India, Mridul Saikia, di Las Vegas. Pertarungan itu hanya berlangsung 45 detik.
Bilal menjatuhkan Saikia dengan pukulan kanan keras sebelum melanjutkan serangan di ground. Wasit Herb Dean kemudian menghentikan pertandingan dan memberikan kemenangan TKO kepada Bilal.
Penampilan tersebut langsung mendapatkan perhatian besar dari Dana White.
Bilal bahkan masuk ke pertarungan tersebut sebagai salah satu favorit terbesar sepanjang sejarah 10 tahun Contender Series. Tekanan tersebut ternyata tidak membuatnya tampil ragu. Sebaliknya, ia justru mengakhiri pertandingan sebelum satu menit.
Dana White kemudian memastikan Bilal mendapatkan kontrak UFC.
Tidak hanya menang, Bilal juga berhasil membuat momen tersebut semakin berkesan. Setelah pertarungan, ia melakukan moonwalk di Octagon ketika lagu “Billie Jean” dimainkan. Gaya tersebut memperlihatkan sisi lain Bilal yang tidak hanya mengandalkan kemampuan bertarung, tetapi juga memiliki karakter kuat di depan penonton.
Bukan Sekadar Petarung dengan Pukulan Keras
Melihat statistik KO Bilal, mudah untuk menyimpulkan bahwa kekuatannya hanya berada pada pukulan.
Padahal, fondasi kemampuannya jauh lebih luas.
Bilal mulai berlatih taekwondo ketika masih sangat muda. Dalam profil resminya di UFC, ia menyebut mulai berlatih sejak usia lima tahun karena orang tuanya ingin membantunya membangun kepercayaan diri dan disiplin. Seiring bertambahnya usia, ia kemudian menambahkan wrestling, boxing, kickboxing, hingga MMA.
