BLITAR – Peristiwa tragis menimpa seorang balita berusia tiga tahun di Desa Popoh, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Kamis (23/10/2025).
Bocah laki-laki berinisial A.R.R ditemukan meninggal dunia setelah diduga tersengat arus listrik dari gardu milik PLN yang terpasang di halaman depan rumah orang tuanya.
Menurut keterangan pihak kepolisian, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, korban hanya berada di rumah bersama sang nenek, sementara kedua orang tuanya sedang bekerja.
Ayah korban, Bangun Rohadi (37), bekerja di tempat pencucian motor, sedangkan ibunya, Maria Ulfa (32), tengah beraktivitas di sebuah toko di wilayah Selopuro.
Kasubsi PIDM Sihumas Polres Blitar, IPDA Putut Siswahyudi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, awalnya sang nenek sedang mencuci di bagian belakang rumah, sementara cucunya bermain di dalam rumah.
Namun beberapa saat kemudian, korban tidak terlihat. Setelah dicari, sang nenek justru mendapati cucunya sudah tergeletak di dekat kotak gardu listrik di halaman depan rumah.
“Korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri, dengan posisi terlentang di dekat gardu. Saat diperiksa, balita tersebut sudah meninggal dunia,” jelas IPDA Putut.
Hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan, di telapak tangan kanan korban terdapat luka bakar akibat sengatan listrik.
Saat ditemukan, korban mengenakan kaus biru dan celana pendek berwarna coklat muda. Polisi juga mengamankan rekaman CCTV dari toko di sekitar lokasi untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
Diduga, penyebab utama insiden ini adalah box gardu listrik yang tidak dikunci oleh pihak PLN, sehingga pintunya dapat dibuka oleh siapa saja, termasuk anak kecil. Selain itu, kurangnya pengawasan dari pihak keluarga turut memperbesar risiko terjadinya musibah tersebut.
“Tim kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan akan memeriksa petugas PLN guna mendalami dugaan kelalaian dalam pengamanan instalasi gardu,” imbuh IPDA Putut.
Pihak keluarga korban menyatakan telah menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Balita malang itu kemudian dimakamkan di pemakaman umum setempat pada sore harinya.





