PatriaPos.Com – Game online pada awalnya diciptakan sebagai hiburan yang menyenangkan, sarana melepas stres, dan ruang interaksi sosial di dunia digital.
Namun, seiring berkembangnya teknologi dan semakin mudahnya akses internet, permainan yang seharusnya menjadi hobi kini mulai berubah menjadi kecanduan bagi banyak orang, terutama kalangan remaja. Game online juga dirancang dengan sistem yang membuat pemain terus ingin memainkan permainan tersebut.
Fitur seperti reward harian, mode kompetitif, level naik, hingga skin eksklusif membuat pemain merasa tertantang untuk terus kembali. Sistem ini memberikan sensasi pencapaian instan yang sering kali lebih menarik dibandingkan tugas atau kegiatan di dunia nyata.
Yang dimana masalah muncul ketika kecanduan game mulai mengganggu rutinitas sehari-hari. Banyak remaja yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar, hingga melupakan makan, tidur, bahkan sekolah.
Beberapa kasus menunjukkan nilai akademik menurun, hubungan sosial terganggu, dan kesehatan fisik memburuk akibat kurang bergerak dan kurang istirahat.Seperti sekarang ini game yang banyak dimainkan orang-orang seperti roblok,di roblok kita dapat memainkan banyak game seperti memancing,berkebun,mendaki dan masih banyak lagi.
Di sisi lain, industri game juga terus berkembang dengan promosi besar-besaran, turnamen, dan fitur-fitur baru yang semakin menarik.
Hal ini membuat game bisa menjadi sumber penghasilan jika di lakukan untuk membuat konten ataupun melakukan live streaming.Maka dari itu bermain game juga ada nilai positifnya dengan cara Mengatasi kecanduan game bukan berarti melarang bermain sepenuhnya.
Game tetap memiliki sisi positif, seperti meningkatkan kreativitas, melatih strategi, dan menjadi sarana sosialisasi. Namun, penggunaan yang berlebihan tetap harus dihindari.Caranya dengan mengatur jam bermain dan utamakan aktivitas nyata terlebih dahulu.
Game online memang menyenangkan, tetapi ketika hobi ini berubah menjadi kecanduan, dampaknya bisa sangat merugikan. Mengendalikan pemakaian game bukan hanya tanggung jawab pemain, tetapi juga lingkungan di sekitarnya. Di era digital ini, penting bagi kita untuk bijak dalam menikmati teknologi agar hiburan tetap menjadi hiburan—bukan jebakan yang menguasai hidup.





