BLITAR – Program kegiatan yang dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Kabupaten Blitar pada tahun 2025 terpantau berjalan lancar dan memberikan dampak nyata bagi petani tembakau setempat. Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara langsung melakukan monitoring untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai ketentuan dan memberi manfaat maksimal.
Koordinator Sumber Daya Alam Biro Perekonomian Setdaprov Jawa Timur, Nurhayati, menyampaikan bahwa Kabupaten Blitar menjadi salah satu daerah yang dinilai berhasil mengoptimalkan anggaran DBHCHT. Bahkan terdapat satu desa yang mengelola tiga program sekaligus.
“Di Kabupaten Blitar, Desa Mandesan Kecamatan Selopuro menjalankan tiga program DBHCHT sekaligus, yaitu pembangunan jaringan irigasi tersier dengan anggaran Rp150 juta, pembangunan gudang tembakau Rp375 juta, serta fasilitas pengeringan tembakau Rp135 juta,” jelasnya, Jumat (14/11/2025).
Nurhayati menegaskan bahwa monitoring dilakukan tidak hanya pada progres fisik pembangunan, tetapi juga pada kesiapan kelompok tani dalam mengelola bantuan tersebut. Penilaian administrasi dan pelaporan penggunaan anggaran turut menjadi fokus untuk memastikan transparansi.
“Tim khusus Pemprov Jatim memastikan seluruh proses berjalan akuntabel. Kami ingin manfaat program benar-benar dirasakan petani, bukan hanya selesai di pembangunan fisik,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, seluruh proyek dikerjakan dengan sistem swakelola, melibatkan masyarakat setempat secara langsung dan didampingi tenaga teknis dari Pemprov Jatim. Hal ini dinilai mampu meningkatkan rasa memiliki sekaligus membentuk kemandirian kelompok tani.
“Bukan hanya menyalurkan bantuan dana, Pemerintah Provinsi juga memberikan pendampingan. Tujuannya agar kelompok tani mampu mengelola program secara berkelanjutan dan tidak bergantung pada bantuan berikutnya,” tambah Nurhayati.
Dengan pengawasan ketat serta pendampingan berkelanjutan, Pemprov Jatim optimistis program DBHCHT di Kabupaten Blitar dapat terus memberi nilai tambah bagi petani tembakau dan meningkatkan kualitas produksi di masa mendatang.(ADV)





