Home / Gaya Hidup / 7 Kuliner Khas Blitar yang Wajib Dicoba Wisatawan, dari Soto Legendaris hingga Wajik Kletik

7 Kuliner Khas Blitar yang Wajib Dicoba Wisatawan, dari Soto Legendaris hingga Wajik Kletik

Warung Jendil Mbah Yamah di Kabupaten Blitar.
Warung Jendil Mbah Yamah di Kabupaten Blitar, salah satu tempat kuliner tradisional yang menyajikan olahan ikan air tawar khas Jawa Timur.

Nasi ampok dibuat dari jagung yang diolah menjadi makanan pokok pengganti nasi beras. Sementara itu, tiwul berasal dari olahan singkong yang diproses hingga menghasilkan tekstur khas.

Keduanya memiliki sejarah panjang dalam kehidupan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Timur.

Bahan dasarnya relatif sederhana, tetapi cara pengolahan dan lauk pendampingnya dapat menghadirkan pengalaman makan yang berbeda.

Nasi ampok biasanya disajikan bersama lauk, seperti ikan asin, sayuran, atau sambal. Perpaduan tersebut menghasilkan hidangan yang sederhana sekaligus mengenyangkan.

Lokasi: Jl. Ketapang No.30, Tlumpu, Kec. Sukorejo, Kota Blitar, Jawa Timur.

Google Maps : Cari Warung Nasi Ampok

6. Warung Jendil Mbah Yamah, Kuliner Legendaris dengan Olahan Ikan Air Tawar

Bagi pencinta kuliner tradisional, Warung Jendil Mbah Yamah di Kabupaten Blitar bisa menjadi salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi.

Warung yang dikenal sejak era 1970-an ini menyajikan aneka masakan rumahan khas Jawa Timur dengan menu andalan berupa olahan ikan air tawar.

Sesuai namanya, ikan jendil menjadi daya tarik utama tempat makan ini. Ikan yang dikenal memiliki kemiripan dengan ikan patin tersebut diolah menjadi berbagai hidangan dengan racikan bumbu tradisional.

Salah satu menu yang menjadi ciri khasnya adalah botok jendil, yakni ikan yang dipadukan dengan parutan kelapa muda dan bumbu, kemudian dibungkus daun pisang sebelum dikukus.

Selain botok jendil, pengunjung juga bisa mencicipi jendil masak kuning yang menawarkan
perpaduan bumbu rempah dengan kuah gurih.

Pilihan lainnya meliputi jendil goreng dan pepes jendil yang menghadirkan variasi rasa serta cara pengolahan berbeda.

Keistimewaan Warung Jendil Mbah Yamah bukan hanya terletak pada pilihan menunya, tetapi juga pada upaya mempertahankan sajian tradisional yang sudah dikenal selama puluhan tahun.

Lokasi: Jalan Selatan bendungan, RT.2/RW.1, Jegu, Kec. Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Google Maps: Cari Warung Jendil Mbah Yamah

7. Wajik Kletik Ibu Prajitno, Oleh-Oleh Legendaris Blitar Sejak 1963

Berburu oleh-oleh menjadi salah satu kegiatan yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Blitar.

Di antara berbagai pilihan buah tangan, wajik kletik Ibu Prajitno menjadi salah satu produk yang dikenal sebagai bagian dari kekayaan kuliner khas Kota Proklamator.

Usaha yang dikenal sejak 1963 ini mempertahankan wajik kletik sebagai produk andalannya.

Jajanan tradisional tersebut memiliki ciri khas berupa perpaduan rasa manis legit dan tekstur yang berbeda dari wajik pada umumnya.

Salah satu hal yang membuat wajik kletik menarik adalah kemasannya. Setiap potong kue dibungkus menggunakan klobot atau kulit jagung kering yang dibentuk secara tradisional.

Selain memberikan tampilan khas, penggunaan kemasan tersebut juga menjadi bagian dari identitas jajanan yang telah lama dikenal masyarakat.

Dari segi bahan, wajik kletik dibuat menggunakan beras ketan, kelapa parut, dan gula, termasuk gula merah untuk menghasilkan rasa manis yang khas.

Bahan-bahan tersebut diolah hingga menghasilkan tekstur yang memberikan sensasi sedikit renyah ketika digigit. Nama kletik pun lekat dengan karakter tekstur jajanan tradisional ini.

Lokasi: Jalan Dr. Ismail No. 3, Sananwetan, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur.

Google Maps: Cari Wajik Kletik Ibu Prajitno