PatriaPos Indonesia | Portal Media Independen Terkini & Terpercaya

Pentingnya Peran Orang Tua terhadap Pendidikan dan Moral Anak dalam Membentuk Karakter

Peran Orang Tua dalam Membimbing Anak di Rumah
Peran Orang Tua dalam Membimbing Anak di Rumah

PatriaPos.Com – Pendidikan dan moral anak merupakan aspek yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kepribadian mereka. Orang tua memiliki peran yang sangat signifikan dalam membentuk karakter serta moralitas anak, karena mereka adalah contoh pertama dan utama bagi anak-anak.

Namun, dalam beberapa faktor, banyak orang tua tidak memiliki waktu dan kesadaran untuk terlibat dalam pendidikan anak mereka. Kenyataan ini dapat dilihat dari meningkatnya kasus kenakalan remaja, seperti tawuran, penyalahgunaan narkotika, pergaulan bebas, dan lain-lain.

Data menunjukkan bahwa kurangnya peran orang tua, seperti kesibukan bekerja, menyebabkan anak memiliki prestasi akademik lebih rendah, kesulitan beradaptasi, dan potensi perkembangan mental serta sosial emosional yang kurang optimal.

Hal ini menunjukkan bahwa ada kekurangan dalam pendidikan dan moralitas anak, yang dapat berdampak pada masa depan mereka. Faktor-faktor penyebabnya meliputi kesibukan orang tua, lebih dari 60% orang tua bekerja lebih dari 8 jam perhari, yang membatasi waktu mereka untuk keluarga dan mendampingi anak belajar, menurut survei UNICEF tahun 2022.

Faktor lainnya yaitu kondisi ekonomi keluarga yang sulit, kondisi keluarga yang kurang baik dapat membuat orang tua lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar sehingga mengabaikan pendidikan anak.

Serta kondisi keluarga yang kurang harmonis atau broken home, orang tua mungkin tidak menyadari bagaimana mendidik anak secara benar atau tidak tahu cara mengatasi situasi tertentu, sehingga peran mereka kurang maksimal, dilansir oleh {Link: STAI YPIQ Baubau}. https://journal.amikveteran.ac.id/index.php/jpbb/article/download/809/640/3274

Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan kesadaran dan peran orang tua dalam pendidikan serta moralitas pada anak. Lalu bagaimana cara orang tua untuk meningkatkan peran serta kesadaran dalam pendidikan dan moralitas anak? dengan menerapkan nilai-nilai baik yang ingin ditanamkan, anak akan meniru perilaku orang tua. Seperti nilai kejujuran, sopan santun, dan tanggung jawab. Terapkan aturan dan konsistensi dalam memberikan konsekuensi, jangan sering mengubah aturan agar anak memiliki panduan yang jelas.

Mulai lah membangun komunikasi yang terbuka, dengan mendengarkan anak seperti memberikan kesempatan anak untuk berbicara, mengutarakan pendapat, dan menyampaikan perasaannya tanpa dihakimi. Ajukan pertanyaan terbuka, misalnya tanyakan tentang pemikiran, perasaan, dan pengalamannya untuk memahami perspektifnya.

Contoh sederhananya tanyakan keadaan anak setelah mereka menjalani aktivitas belajar di sekolah, atau bertanya pendapat mereka tentang kesulitan yang dialami saat belajar. Ajarkan juga cara menyampaikan pendapat dengan santun, ketika anak menyampaikan kritik atau ketidaknyamanan, ajari cara menyampaikan dengan sopan.

Terapkan pola asuh yang positif dan seimbang, seperti memberikan apresiasi dan disiplin secara seimbang, jangan hanya fokus pada kesalahan, tapi juga berikan pujian untuk keberhasilan, berikan disiplin yang mendidik bukan malah hukuman fisik.

Ciptakan lingkungan yang penuh cinta, agar anak merasa aman, dicintai, dan didukung. Berikan juga anak kesempatan untuk membuat keputusan sendiri yang sederhana, seperti memilih baju atau kebutuhan lainnya agar mereka belajar mempertimbangkan konsekuensi dan menjadi mandiri.

Berikan juga tanggung jawab sejak dini, dimulai dengan tugas sederhana seperti membantu menyiapkan meja makan atau mencuci piring setelah makan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan peran dalam keluarga.

Bimbing mereka untuk menyelesaikan masalah, saat anak menghadapi masalah jangan hanya menghakimi, tapi dorong mereka untuk mencari solusi sendiri terlebih dahulu sebelum orang tua membantu.

Berikan juga mereka ruang untuk berekspresi, biarkan anak mengekspresikan diri dengan bebas, karena setiap anak memiliki keunikan, ini juga bertujuan agar anak tidak menjadi anak yang menutup diri, tidak percaya diri. Tanamkan rasa percaya diri pada anak, yakinlah bahwa anak memiliki kemampuan untuk mencapai tujuan dan tidak ragu mempelajari hal baru.

Menerapkan pola pendidikan anak seperti yang telah dijelaskan memang tidak mudah seperti yang sudah dibayangkan, tetapi berusaha serta tetap harus konsisten meskipun ada keterbatasan waktu ataupun tenaga, orang tua juga harus memahami bahwa lingkungan dan usia bisa memengaruhi perilaku anak, oleh karena itu, terapkan pola sesuai usia dan perkembangan anak.