PatriaPos Indonesia | Portal Media Independen Terkini & Terpercaya

Kunjungan Lebaran di Lapas Kelas IIB Blitar Meningkat, Ratusan Keluarga Manfaatkan Momen Silaturahmi

Momen haru kunjungan Lebaran di Lapas Kelas IIB Blitar, Minggu (22/3/2026).
Momen haru kunjungan Lebaran di Lapas Kelas IIB Blitar, Minggu (22/3/2026).

BLITAR — Suasana hangat dan penuh haru mewarnai layanan kunjungan Hari Raya Idul Fitri di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blitar. Pada momen Lebaran tahun ini, jumlah kunjungan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari-hari biasa.

Ratusan keluarga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bersilaturahmi dengan anggota keluarga yang tengah menjalani masa pembinaan.

Berdasarkan data yang dihimpun, pada hari pertama pelaksanaan kunjungan tercatat sebanyak 140 warga binaan menerima kunjungan dari sekitar 411 anggota keluarga. Layanan ini menjadi salah satu momen paling dinanti, baik oleh warga binaan maupun keluarga mereka, terutama karena suasana Lebaran identik dengan kebersamaan dan saling memaafkan.

Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Lapas Kelas IIB Blitar, Agus Mulyono, menjelaskan bahwa peningkatan jumlah pengunjung sudah diperkirakan sejak awal. Oleh karena itu, pihak lapas melakukan sejumlah penyesuaian untuk memastikan pelayanan berjalan optimal.

“Untuk layanan kunjungan Hari Raya Idul Fitri tahun ini, kami buka selama empat hari berturut-turut, mulai 21 hingga 24 Maret 2026. Berbeda dengan hari biasa yang dilakukan bergiliran, pada momen Lebaran ini semua warga binaan diperbolehkan menerima kunjungan tanpa sistem pembagian hari,” jelasnya, Minggu (22/3/2026).

Ia menambahkan, layanan kunjungan dibagi menjadi dua sesi setiap harinya. Sesi pagi berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 11.30, sementara sesi siang dimulai pukul 11.30 hingga 14.30. Seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan sejak pagi hari, termasuk proses pendaftaran, pemeriksaan, hingga pengaturan antrean di area aula yang digunakan sebagai lokasi pertemuan.

Untuk mendukung kelancaran layanan,
seluruh pegawai dilibatkan dan dibagi ke dalam beberapa tim. Penambahan personel juga dilakukan guna mengantisipasi lonjakan pengunjung serta menjaga keamanan dan ketertiban.

“Kami juga memperketat pengawasan, mulai dari pemeriksaan barang bawaan, penggunaan alat deteksi, hingga sistem penandaan bagi pengunjung. Ini penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk upaya penyelundupan barang terlarang,” tegas Agus.

Dibandingkan hari biasa, layanan kunjungan Lebaran ini memang memiliki durasi yang lebih fleksibel dan terbuka. Pada hari normal, kunjungan hanya berlangsung dari pukul 08.30 hingga 11.00 dengan jadwal bergantian antara tahanan dan narapidana.

Siti Komariah, salah satu pengunjung merasa bahagia bisa kembali bertemu anaknya di momen Lebaran. Ia menilai fasilitas kunjungan tahun ini terasa lebih nyaman dibanding sebelumnya.

“Saya senang sekali bisa bertemu. Ini sudah kedua kalinya saya Lebaran di sini. Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sekarang terasa lebih nyaman, tempatnya lebih luas, dan suasananya juga lebih tertata,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa kesempatan bertemu langsung menjadi pengobat rindu setelah sekian lama terpisah.

Warga binaan dan keluarga bertemu dalam suasana Lebaran penuh kehangatan.
Warga binaan dan keluarga bertemu dalam suasana Lebaran penuh kehangatan.

Sementara itu, B.S., seorang narapidana kasus narkoba, menyampaikan penyesalannya karena tidak dapat merayakan Lebaran bersama keluarga di rumah. Meski demikian, ia bersyukur masih diberikan kesempatan untuk bertemu melalui layanan kunjungan.

“Lebaran kali ini memang tidak bisa berkumpul seperti dulu, tapi saya tetap bersyukur keluarga masih datang menjenguk. Ini jadi pengingat bagi saya untuk berubah menjadi lebih baik ke depannya,” tuturnya.

Momentum Lebaran ini turut memperkuat hubungan keluarga sekaligus memberikan semangat baru bagi warga binaan dalam menjalani masa pembinaan.

ADVERTISEMENT