PatriaPos Indonesia | Portal Media Independen Terkini & Terpercaya

Korban Bullying SMPN 3 Doko Dapat Pendampingan Psikologis dari Polres Blitar

Tim Psikologi Polres Blitar saat memberikan pendampingan trauma healing kepada korban perundungan siswa SMP Negeri 3 Doko, Kabupaten Blitar, Selasa (24/7/2025).
Tim Psikologi Polres Blitar saat memberikan pendampingan trauma healing kepada korban perundungan siswa SMP Negeri 3 Doko, Kabupaten Blitar, Rabu (23/7/2025).

BLITAR – Siswa SMP Negeri 3 Doko, Kabupaten Blitar, yang menjadi korban perundungan saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), kini mulai mendapatkan pendampingan psikologis dari berbagai pihak.

Salah satu bentuk perhatian datang dari Polres Blitar yang menurunkan tim konselornya untuk membantu pemulihan mental korban.

Dukungan ini diberikan dalam bentuk sesi trauma healing yang digelar Rabu, (23/7/2025) di Ruang Satreskrim Unit PPA Polres Blitar.

Korban berinisial W mendapatkan konseling langsung dari tim konselor yang dipimpin oleh Iptu Linar Tiwi, didampingi anggota dari Bagian SDM Polres Blitar.

Kapolres Blitar, AKBP Arif Fazlurrahman, mengungkapkan bahwa langkah ini dilakukan sebagai upaya memberikan perlindungan bagi anak-anak yang terkena diskriminasi sosial sebagai kelompok rentan.

“Insiden ini sangat kami sayangkan. Seharusnya MPLS menjadi ajang pembinaan yang mendidik, bukan malah membuka ruang bagi kekerasan. Kami hadir tidak hanya untuk mendampingi korban secara psikologis, tapi juga ingin mengedukasi semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang,” jelasnya.

Dalam sesi pendampingan, korban diberi kesempatan untuk mengekspresikan perasaan, menceritakan ulang kejadian yang dialaminya, serta dibantu untuk membangun kembali rasa percaya diri dan rasa aman di lingkungan sekolah.

Selain mendampingi korban, Polres Blitar juga berencana mengedepankan pendekatan preventif kepada pihak sekolah dan para pelaku. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem sekolah yang sehat, aman, dan bebas dari praktik perundungan.

Sebelumnya, video yang memperlihatkan aksi perundungan terhadap W sempat viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat W mendapat tekanan baik secara fisik maupun verbal dari sejumlah siswa lain.

Dukungan ini diharapkan mampu membantu proses pemulihan korban secara mental sehingga ia dapat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolahnya tanpa rasa tertekan ataupun mengalami bentuk kekerasan.

Peristiwa ini juga menjadi peringatan bagi seluruh institusi pendidikan agar lebih serius menata sistem orientasi siswa baru agar benar-benar aman dan edukatif.