Home / Berita Daerah / Dirlantas Polda Sumbar Imbau Pengendara Waspada Saat Melintasi Jalur Padang–Solok

Dirlantas Polda Sumbar Imbau Pengendara Waspada Saat Melintasi Jalur Padang–Solok

Kondisi jalur Padang–Solok pascabanjir bandang masih dipenuhi material lumpur dan membutuhkan kehati-hatian pengguna jalan.
Kondisi jalur Padang–Solok pascabanjir bandang masih dipenuhi material lumpur dan membutuhkan kehati-hatian pengguna jalan.

PatriaPos.com, Padang – Akses lalu lintas yang menghubungkan Kota Padang dengan Kota Solok maupun dari arah sebaliknya kembali dapat dilalui kendaraan setelah sebelumnya sempat terputus akibat banjir bandang yang menerjang kawasan sekitar Kantor Bupati Solok di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq, memastikan kondisi terkini jalur tersebut sudah memungkinkan untuk dilewati masyarakat.

Meski demikian, pengguna jalan belum dapat melintas secara bebas seperti kondisi normal. Rekayasa lalu lintas berupa sistem buka-tutup diterapkan petugas karena proses pembersihan material banjir bandang masih berlangsung di sejumlah titik.

“Saat ini sudah bisa dilalui dengan sistem buka tutup via jalur baru,” kata Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq, Selasa (22/9/2026).

Sebelumnya, banjir bandang menerjang kawasan sekitar Kantor Bupati Solok pada Senin (21/9/2026) malam. Material yang terbawa arus banjir sempat menutup dan mengganggu badan jalan sehingga kendaraan dari arah Padang maupun Solok tidak dapat melintas.

Kondisi tersebut membuat kepolisian mengambil langkah penutupan sementara demi keselamatan para pengguna jalan. Informasi sebelumnya menyebut akses Padang-Solok ditutup sejak sekitar pukul 20.45 WIB setelah banjir bandang menerjang kawasan tersebut.

Setelah kondisi di lapangan mulai memungkinkan, petugas bersama unsur terkait melakukan penanganan dan pembersihan material yang menutupi sejumlah bagian jalur.

Pembukaan akses dilakukan secara bertahap dengan menerapkan sistem buka-tutup. Rekayasa tersebut menjadi langkah sementara untuk menjaga agar arus kendaraan tetap dapat bergerak sekaligus memberikan ruang bagi petugas untuk melakukan pembersihan dan penanganan pascabencana.

Dirlantas Polda Sumbar menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian utama selama proses pemulihan berlangsung. Karena itu, pengendara yang melintas diminta tidak memaksakan kecepatan dan tetap memperhatikan situasi sekitar.

Petugas kepolisian juga terus melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi guna mencegah terjadinya kepadatan maupun potensi gangguan keselamatan akibat kondisi jalan yang belum sepenuhnya kembali normal.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengendara agar tetap berhati-hati, mengurangi kecepatan dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujar Reza.

Menurutnya, masyarakat yang hendak melintasi jalur Padang–Solok perlu meningkatkan kewaspadaan mengingat proses pembersihan material pasca banjir masih berlangsung.

Pengendara juga diharapkan tidak berhenti atau memarkirkan kendaraan di sekitar titik penanganan karena dapat menghambat mobilitas petugas maupun kendaraan lain yang sedang melintas.

Situasi jalur Padang–Solok menjadi perhatian karena ruas tersebut merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan wilayah Kota Padang dengan Kabupaten dan Kota Solok.

Sebelumnya, banjir bandang tidak hanya berdampak terhadap arus lalu lintas. Sejumlah fasilitas dan bangunan di kawasan terdampak juga dilaporkan mengalami kerusakan. BNPB dalam pembaruan informasinya, Selasa (22/9/2026)
menyebut satu orang meninggal dunia dan satu orang masih dalam pencarian, sementara sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka dan mengungsi.

Di tengah kondisi tersebut, penanganan bencana dan pembersihan material terus dilakukan oleh berbagai unsur di lapangan. Sat Brimob Polda Sumbar juga dikerahkan untuk membantu proses penanganan dan evakuasi di wilayah terdampak.

Sementara itu, dari sisi lalu lintas, Dirlantas Polda Sumbar bersama jajaran terus memantau perkembangan kondisi jalur tersebut. Sistem buka–tutup akan diberlakukan sesuai situasi lapangan agar kendaraan tetap dapat melintas dengan aman sembari memberikan kesempatan kepada petugas untuk menyelesaikan proses pembersihan.

Kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan kondisi jalan yang sudah kembali dibuka, tetapi juga memperhatikan perkembangan situasi di sekitar lokasi bencana.

Pengendara dari arah Padang menuju Solok maupun sebaliknya diminta mengikuti setiap petunjuk petugas, memperhatikan
rambu sementara, serta tidak menerobos ketika arus sedang ditutup.

“Utamakan keselamatan dan ikuti arahan petugas. Kondisi masih dalam penanganan,” pesan Dirlantas Polda Sumbar.

Dengan dibukanya kembali akses tersebut, mobilitas masyarakat antara Padang dan Solok secara bertahap mulai kembali berjalan. Namun, pengguna jalan tetap diminta bersabar karena proses penanganan dan pembersihan pasca banjir bandang masih berlangsung.

(TR)