Home / Gaya Hidup / Dari Penghasilan Kecil hingga Jadi Modal Usaha, Ini Kebiasaan Menabung yang Bisa Ditiru ala China

Dari Penghasilan Kecil hingga Jadi Modal Usaha, Ini Kebiasaan Menabung yang Bisa Ditiru ala China

Pexels thirdman
Foto Bisnismen (Pexelsl

Menabung Tidak Harus Menunggu Penghasilan Besar

Salah satu pelajaran yang bisa diambil adalah tidak menunggu sampai memiliki penghasilan besar untuk mulai menabung.

Banyak orang menunda menabung karena merasa pendapatannya belum cukup. Padahal, semakin lama kebiasaan tersebut ditunda, semakin sulit pula membangun disiplin dalam mengatur pemasukan.

Karena itu, yang lebih menarik untuk ditiru bukan sekadar jumlah uang yang berhasil disimpan, melainkan kebiasaan menyisihkan sebagian pendapatan sebelum seluruh uang digunakan untuk kebutuhan konsumsi.

Misalnya, seseorang memperoleh Rp2 juta dalam sebulan. Tidak harus langsung menetapkan target menabung Rp1 juta karena target yang terlalu tinggi justru bisa membuat rencana berhenti di tengah jalan.

Menyisihkan Rp100 ribu atau Rp200 ribu secara rutin jauh lebih realistis jika memang sesuai dengan kondisi keuangan.

Nominalnya mungkin terlihat kecil. Tetapi ketika dilakukan setiap bulan, uang tersebut mulai membentuk dana yang bisa digunakan untuk kebutuhan yang lebih besar.

Bedakan Uang untuk Hidup dan Uang untuk Masa Depan

Kesalahan yang sering terjadi ketika seseorang ingin menabung adalah mencampur semua uang dalam satu tempat.

Begitu mendapatkan pemasukan, seluruh uang berada di rekening atau dompet yang sama. Akibatnya, ketika ada kebutuhan atau keinginan membeli sesuatu, batas antara uang untuk kebutuhan sehari-hari dan uang simpanan menjadi tidak jelas.

Kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan adalah membuat pembagian sejak awal.

Uang yang masuk bisa dibagi menjadi beberapa bagian. Ada uang untuk kebutuhan sehari-hari, uang untuk tagihan, uang darurat, dan uang yang memang tidak boleh digunakan kecuali untuk tujuan tertentu.

Tidak harus menggunakan banyak rekening. Yang terpenting adalah seseorang mengetahui fungsi masing-masing uang.

Cara seperti ini membuat tabungan tidak lagi dianggap sebagai sisa uang.

Justru tabungan ditempatkan sebagai salah satu tujuan utama setelah mendapatkan penghasilan.

Traktir Kopi Penulis

Suka dengan tulisan Dwi Lestari? Dukung penulis dengan secangkir kopi.

×

Traktir Kopi Dwi Lestari

Nominal dukungan: Rp10.000

QRIS Traktir Kopi Dwi Lestari

Scan QRIS menggunakan DANA atau aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS. Masukkan nominal sesuai pilihan di atas.

Download QRIS
×

Traktir Kopi Dwi Lestari

Nominal dukungan: Rp20.000

QRIS Traktir Kopi Dwi Lestari

Scan QRIS menggunakan DANA atau aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS. Masukkan nominal sesuai pilihan di atas.

Download QRIS
×

Traktir Kopi Dwi Lestari

Nominal dukungan: Rp30.000

QRIS Traktir Kopi Dwi Lestari

Scan QRIS menggunakan DANA atau aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS. Masukkan nominal sesuai pilihan di atas.

Download QRIS
×

Traktir Kopi Dwi Lestari

Nominal dukungan: Rp40.000

QRIS Traktir Kopi Dwi Lestari

Scan QRIS menggunakan DANA atau aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS. Masukkan nominal sesuai pilihan di atas.

Download QRIS
×

Traktir Kopi Dwi Lestari

Nominal dukungan: Rp50.000

QRIS Traktir Kopi Dwi Lestari

Scan QRIS menggunakan DANA atau aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS. Masukkan nominal sesuai pilihan di atas.

Download QRIS