BLITAR – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar, Fatatoh Hironi Ulya, menegaskan kegiatan reses tidak hanya menjadi forum untuk menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga dapat dikemas melalui kegiatan yang memiliki nilai sosial dan budaya.
Pesan itu disampaikan Fatatoh saat menggelar reses tahun 2026 di Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro. Kegiatan tersebut dikemas melalui pertunjukan kesenian jaranan yang melibatkan masyarakat setempat.
Menurut Fatatoh, pemilihan kesenian jaranan dalam kegiatan reses memiliki tujuan untuk mendekatkan agenda wakil rakyat dengan kehidupan masyarakat. Di sisi lain, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesenian tradisional agar tetap mendapat ruang di tengah perkembangan zaman.
“Reses ini bukan hanya untuk bertemu masyarakat dan menyerap aspirasi, tetapi juga bagaimana kegiatan yang kita lakukan memiliki manfaat bagi masyarakat, termasuk dalam pelestarian budaya,” kata Fatatoh, Minggu (13/9/2026).
Ia menilai kesenian jaranan merupakan bagian dari kekayaan budaya yang tumbuh di masyarakat dan perlu terus dikenalkan kepada generasi muda. Karena itu, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat secara langsung.
Fatatoh juga menekankan pentingnya menjadikan reses sebagai ruang komunikasi dua arah. Aspirasi yang disampaikan warga, menurut dia, harus menjadi bahan untuk melihat kebutuhan pembangunan secara lebih konkret, terutama yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat di tingkat desa.
“Yang paling penting adalah mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Aspirasi itu nantinya menjadi bahan kami untuk diperjuangkan sesuai dengan kewenangan dan kemampuan anggaran daerah,” ujarnya.
Selain menyerap aspirasi, Fatatoh memasukkan pembinaan UMKM dalam rangkaian kegiatan tersebut. Menurutnya, pengembangan usaha masyarakat perlu mendapat perhatian karena sektor tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi warga.
Ia berharap penguatan UMKM dapat berjalan beriringan dengan pengembangan potensi lokal, termasuk kebudayaan. Dengan demikian, potensi yang ada di desa tidak hanya dipertahankan sebagai identitas masyarakat, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi.
Kegiatan reses tersebut dihadiri Kepala Desa Papungan, Sekretaris Desa, serta warga setempat. Fatatoh menegaskan, komunikasi langsung dengan masyarakat akan terus menjadi bagian penting dalam menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat.
“Harapannya, masyarakat tidak hanya datang untuk menyampaikan aspirasi, tetapi juga ikut terlibat dalam menjaga potensi yang dimiliki desa, baik budaya maupun ekonomi,” pungkasnya.(arif)
.
